Dekranasda DIY Dorong Perajin Terus Berinovasi, Tradisi Jogja Tetap Jadi Identitas
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Direktur BPD DIY, Santoso Rohmad (kedua kiri) saat menyaksikan penandatanganan PKS dengan Pemkab Bantul terkait dengan integrasi Siskeudes dan Digdaya, Selasa (23/1/2024). – ist/BPD DIY
BANTUL—Bank BPD DIY bersama Pemkab Bantul menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelaksanaan integrasi Sistem Keuangan Pemerintah Desa (Siskeudes) Bantul dengan Aplikasi Digitalisasi Dana Desa Yogyakarta (Digdaya) yang dikembangkan oleh Bank BPD DIY. Penandatanganan itu dilakukan di Hotel Ros In, Selasa (23/1/2024) oleh Pemimpin BPD DIY Cabang Bantul, Fendi Muryawan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Bantul, Sri Nuryanti yang disaksikan oleh Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad dan Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budiraharja,
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal pengimplementasian pengelolaan dana desa melalui layanan digital Bank BPD DIY yang terkoneksi dengan Siskeudes.
Hal tersebut sesuai dengan Permendagri No. 20/2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan Surat Edaran Mendagri tentang Implementasi Transaksi Nontunai Pemerintah Desa.
“Kami mengembangkan aplikasi Digdaya yang telah mendapat izin dari Kemendagri untuk dapat diintegrasikan dengan Siskeudes sehingga pengelolaan keuangan bisa lebih transparan, akuntabel, cepat dan aman,” kata Santoso melalui keterangan tertulis, dikutip, Selasa.
Lebih lanjut, kata dia, Bank BPD DIY merupakan salah satu bank yang menjadi pilot project pelaksanaan Siskeudes. Sementara Bantul, juga tercatat sebagai pioner dalam implementasi dan integrasi aplikasi Digdaya dengan Siskeudes di DIY.
Dia menjelaskan, saat ini ada dua kalurahan di Bantul yang telah memanfaatkan Digdaya untuk pengelolaan keuangan desa, yakni Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, dan Sumberagung, Kapanewon Jetis. “Selanjutnya secara bertahap akan diimplementasikan pada 75 kalurahan di Bantul.”
Tata Kelola
Sementara itu, Sekda Bantul, Agus Budiraharja menyambut baik kerja sama tersebut. Dia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah bersinergi dalam memajukan Bantul.
Menurutnya, digitalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan. “Banyak manfaat yang dapat didapatkan dengan digitalisasi, khususnya dalam pengelolaan keuangan akan menadi lebih akuntabel, transparan dan real time” katanya
Pelaksanaan integrasi Siskeudes dengan aplikasi Digdaya Bank BPD DIY, kata dia, diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di lingkungan pemerintah kalurahan di Bantul melalui pemanfaatan teknologi informasi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Cek perbandingan harga baru dan bekas BYD Atto 3, Dolphin, Chery Omoda 5, dan Wuling Alvez pada September 2026.
Pengumuman MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II dijadwalkan 18 September. Cek cara melihat hasil seleksi dan tahapan setelah lolos.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Brentford vs Chelsea tersaji di Gtech Community Stadium. The Bees belum terkalahkan, sementara Chelsea dibayangi masalah pertahanan dan sejumlah pemain cedera.
Harga mobil LCGC bekas September 2026 mulai Rp65 jutaan. Cek kisaran Agya, Ayla, Brio Satya, Calya, Sigra, GO+, dan Karimun Wagon R.