Ini Rahasia Penjualan TikTok Shop Sebelum Ditutup Lebih Unggul daripada Shopee cs
Algoritma TikTok Shop membuat 85% konsumen di social commerce mengurangi pembelanjaan di tempat lain.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAKARTA—Pada acara Desak Anies edisi Buruh dan Ojol, calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan sempat meminta adanya peraturan terkait dengan transparansi komisi yang diambil aplikator ojek online dari para pengemudi untuk meningkatkan keadilan para driver.
Saat acara Desak Anies edisi Buruh dan Ojol Anies mengatakan transparansi terkait komisi yang dipotong dari penghasilan ojol menjadi isu yang sangat penting.
Dia menyebut, saat ini ada sekitar 4 juta warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.
Terkait dengan itu, perusahaan ride-hailing, Grab mengklaim sudah transparan terkait dengan penetapan biaya komisi yang dibebankan pada pengendara sesuai dengan aturan pemerintah.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy mengatakan pengemudi dapat mengetahui total pemotongan biaya komisi melalui laporan mingguan yang dapat diakses pada aplikasi Grab Driver dan dikirimkan pada surel masing-masing.
Jika ada penambahan biaya komisi, hal ini pun dapat diketahui melalui laporan tersebut. “Ketetapan tentang Biaya Layanan [komisi] tersebut juga tertuang dalam Ketentuan Layanan dan Kebijakan Grab yang telah disetujui oleh setiap Mitra Pengemudi ketika bergabung bersama Grab Indonesia,” ujar Tirza, Kamis (8/2/2024).
Tirza mengatakan biaya komisi yang ditetapkan Grab Indonesia sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No.1001/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 667/2022 mengenai Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.
Lebih lanjut, Tirza mengatakan Grab juga melakukan beberapa program untuk mengembalikan biaya komisi pada layanan Grab lainnya dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.
BACA JUGA: Tarif Minimal Ojek Online Jogja Bakal Diatur dalam Peraturan Gubernur DIY
Tirza mengatakan sudah ada beberapa inisiatif yang dilakukan Grab, mulai dari dukungan operasional seperti layanan pengaduan GrabSupport, Tim Cepat Tanggap Kecelakaan, Grab Driver Center.
Selain itu, adapula program untuk pengembangan dan keselamatan para pengemudi seperti Grab Benefits, program beasiswa GrabScholar, apresiasi dana abadi, insentif, hingga asuransi kecelakaan.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafaril mengatakan saat ini komisi di aplikasi Gojek dan Grab mencapai 20%. Nilai tersebut terbilang cukup besar bagi Taha, karena komisi di layanan ride-hailing lainnya Maxim dan inDrive saat ini hanya sekitar 10,55%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Algoritma TikTok Shop membuat 85% konsumen di social commerce mengurangi pembelanjaan di tempat lain.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw