Disdikpora DIY Susun SOP Pencegahan Kekerasan di Sekolah, Ditarget Rampung 3 Bulan
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Ilustrasi Hampers Lebaran - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Idulfitri menjadi salah satu momen bagi banyak orang untuk berkirim hampers Lebaran. Tidak hanya makanan, kini hampers atau bingkisan dalam bentuk souvenir juga banyak dijajakan.
Penjual Hampers Papa Bouquet, Cheisara Akmal mengatakan hampers menjadi bisnis musiman yang akan laris manis menjelang hari-hari besar. Menurutnya Papa Bouquet menyediakan berbagai macam hampers seperti makanan, minuman, buah-buahan, pecah belah, perawatan pribadi, baby, dan hingga pesanan custome.
"Hampers punya market tersendiri, hampers dalam bentuk souvenir itu hanya sebuah varian. Kami tetap bisa membuatkan semua sesuai permintaan, jadi tidak ada pengaruh untuk kami selaku penjual," ucapnya, Selasa (2/4/2024).
BACA JUGA: Mudik lewat Tol Jogja-Solo, 22 Kilometer Hanya 25 Menit
Menurutnya dibandingkan tahun lalu penjualan hampers tahun ini mengalami peningkatan. Sebab market yang semakin besar dan luas.
"Bisnis hampers memiliki peluang yang cukup besar. Setiap tahun penjualan hampers memiliki peningkatan," katanya.
Sales & Marketing Resap Catering, Hendri Wijayanto mengatakan tahun ini mulai membuka program hampers sajian opor ayam lebaran dan mendapatkan respon yang cukup baik. Pengiriman hampers dilakukan pada H-2 dan H-1 lebaran, memanfaatkan peluang saat banyak pelaku usaha catering yang sudah tutup.
"Kalau Resap sendiri masih belum begitu besar [omset] kami pendatang baru di angka kurang lebih Rp80 juta per bulan," katanya.
Menurutnya Resap bergerak di bidang food and beverages (FnB) dengan konsentrasi market menengah ke atas. "Kami coba ambil peluang atas permasalahan mereka yang nggak mau repot masak saat hari H Lebaran, yang mayoritas ART [asisten rumah tangga] mereka sudah pulang kampung," katanya.
Salah satu penjual hampers di Kota Jogja, Wulan mengaku penjualan tahun ini meningkat tetapi tidak signifikan. Ia menduga karena sudah banyak penjual hampers di Jogja. Sehingga masyarakat semakin punya banyak pilihan.
"[Omzet] alhamdulillah ada puluhan pieces kue yang masuk orderan. Paket yang saya tawarkan juga cukup beragam harganya. Ada sekitar tujuh paket yang bisa dipilih calon pembeli dengan range harga Rp89.000-Rp189.000," katanya.
Menurutnya bisnis hampers memang terus berkembang, tidak hanya makanan namun juga barang-barang lain. Orang-orang semakin kreatif membuat sesuatu yang simple namun berkesan.
"Menurutku makanan masih jadi yang utama sih buat hampers, baru disusul hadiah lain seperti parfum, lilin aromatic, tumbler dan lain sebagainya juga dijadikan hampers."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.