Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Ilustrasi Hampers Lebaran - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Idulfitri menjadi salah satu momen bagi banyak orang untuk berkirim hampers Lebaran. Tidak hanya makanan, kini hampers atau bingkisan dalam bentuk souvenir juga banyak dijajakan.
Penjual Hampers Papa Bouquet, Cheisara Akmal mengatakan hampers menjadi bisnis musiman yang akan laris manis menjelang hari-hari besar. Menurutnya Papa Bouquet menyediakan berbagai macam hampers seperti makanan, minuman, buah-buahan, pecah belah, perawatan pribadi, baby, dan hingga pesanan custome.
"Hampers punya market tersendiri, hampers dalam bentuk souvenir itu hanya sebuah varian. Kami tetap bisa membuatkan semua sesuai permintaan, jadi tidak ada pengaruh untuk kami selaku penjual," ucapnya, Selasa (2/4/2024).
BACA JUGA: Mudik lewat Tol Jogja-Solo, 22 Kilometer Hanya 25 Menit
Menurutnya dibandingkan tahun lalu penjualan hampers tahun ini mengalami peningkatan. Sebab market yang semakin besar dan luas.
"Bisnis hampers memiliki peluang yang cukup besar. Setiap tahun penjualan hampers memiliki peningkatan," katanya.
Sales & Marketing Resap Catering, Hendri Wijayanto mengatakan tahun ini mulai membuka program hampers sajian opor ayam lebaran dan mendapatkan respon yang cukup baik. Pengiriman hampers dilakukan pada H-2 dan H-1 lebaran, memanfaatkan peluang saat banyak pelaku usaha catering yang sudah tutup.
"Kalau Resap sendiri masih belum begitu besar [omset] kami pendatang baru di angka kurang lebih Rp80 juta per bulan," katanya.
Menurutnya Resap bergerak di bidang food and beverages (FnB) dengan konsentrasi market menengah ke atas. "Kami coba ambil peluang atas permasalahan mereka yang nggak mau repot masak saat hari H Lebaran, yang mayoritas ART [asisten rumah tangga] mereka sudah pulang kampung," katanya.
Salah satu penjual hampers di Kota Jogja, Wulan mengaku penjualan tahun ini meningkat tetapi tidak signifikan. Ia menduga karena sudah banyak penjual hampers di Jogja. Sehingga masyarakat semakin punya banyak pilihan.
"[Omzet] alhamdulillah ada puluhan pieces kue yang masuk orderan. Paket yang saya tawarkan juga cukup beragam harganya. Ada sekitar tujuh paket yang bisa dipilih calon pembeli dengan range harga Rp89.000-Rp189.000," katanya.
Menurutnya bisnis hampers memang terus berkembang, tidak hanya makanan namun juga barang-barang lain. Orang-orang semakin kreatif membuat sesuatu yang simple namun berkesan.
"Menurutku makanan masih jadi yang utama sih buat hampers, baru disusul hadiah lain seperti parfum, lilin aromatic, tumbler dan lain sebagainya juga dijadikan hampers."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.