Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Panen jambu citra di perkebunan milik Mistoro di Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JAWA TENGAH—Memulai bisnis buah jambu citra pada 2009, Mistoro ingin terus memperluas jaringan pemasaran agar hasil panen perkebunannya tidak hanya berhenti di tangan pengepul yang selama ini menguasai distribusi jambu citra.
"Harapannya tentu bisa mendapatkan jaringan pemasaran sampai ke luar kota. Saat ini, pemasaran lebih banyak untuk pasar lokal," ungkapnya kepada Harian Jogja, Senin (29/4/2024).
Punya lahan di Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, bersama orang tuanya, 13 tahun lalu Mistoro memanfaatkan areal seluas 1.000 meter persegi untuk ditanami jambu citra.
Itu menjadi awal dirinya bergerak menggeluti bisnis buah jambu citra. Jambu yang sejenis dengan jambu air tetapi memiliki rasa yang manis dengan kulit buah bertekstur lebih keras. Tidak selunak jambu air pada umumnya.
Mistoro bercerita dirinya terinspirasi dari tetangga yang pada waktu itu sudah menanam jambu citra. Dari sang tetangga, Mistoro belajar cara menanam sampai merawat pohon hingga berbuah.
Bisnis jambu citra makin terbantu ketika dirinya sudah akrab dengan BRI. Upaya mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) bisa dengan lancar didapatkan untuk mengembangkan usahanya.
“Kenapa pakai BRI? Ya karena bank yang paling dekat lokasi tinggal, syarat mendapatkan KUR cukup mudah dan pegawainya juga sangat membantu. Jadi ya, sangat akrab lah dengan BRI,” ujarnya sembari tertawa.
Belasan tahun berjalan, dari areal 1.000 meter persegi, kini Mistoro punya luasan perkebunan mencapai satu hektare. Dari yang awalnya bergerak bersama keluarga besarnya, kini sudah bisa mempekerjakan tiga orang.
Ketika masa panen tiba, Mistoro bisa menjual hasil panennya seharga Rp15.000 per kilogram. Namun, ketika tidak di masa panen, buah jambu citra yang sudah menjadi andalan sejumlah petani di wilayah Punggelan itu dihargai Rp7.000 sampai Rp9.000 per kilogram.
Menurut dia, harga jual itu dari tangan petani ke pengepul. Oleh pengepul, produk jambu citra dipasarkan sampai ke Jakarta ataupun Semarang dengan kualitas buah yang sudah disortir, yakni A dan B.
Selain berharap bisa mendapat jaringan pemasaran sendiri, Mistoro juga berkeinginan mendapatkan binaan dari BRI yang selama ini produknya sudah diakses. Harapannya ketika menjadi binaan, dirinya mendapatkan beragam pelatihan, terutama soal pemasaran.
“Harapannya lagi bisa mendapatkan inspirasi untuk memperluas lini bisnis, misalnya membuat produk turunan dari jambu citra. Ya, semoga apa yang sudah saya lakukan sejauh ini masuk ke dalam kriteria yang disyaratkan BRI,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.