Festival Kethoprak, Disbud Fokus Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Melalui program Electrifying Agriculture (EA), PLN ingin mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. / Ist
SRAGEN—Gabungan Kelompok Tani “Suko Tani” di Sragen telah membuktikan banyaknya keuntungan saat beralih menggunakan listrik melalui program Electrifying Agriculture (EA) dalam menjalankan usaha mereka. Dengan menggunakan listrik menggantikan mesin berbahan bakar fosil, petani dapat menghemat 30% biaya operasional dan mendapatkan keuntungan lebih besar 35% dari sebelumnya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani “Suko Tani”, Sukamdi menyatakan ungkapan syukurnya pada PLN atas kemudahan akses kelistrikan bagi para petani. Menurut Sukamdi, dengan masuknya listrik ke sawah, hasil panen menjadi lebih gemuk karena tidak kekurangan air, dan panen yang sebelumnya hanya 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun.
“Terima kasih PLN, dengan bantuan PLN bagi kelompok tani kami, total 16 orang, beralih ke listrik. Dengan ini kami bisa panen 3 kali dalam setahun dengan kualitas gabah yang bagus, hasil yang bagus dan keuntungan yang melimpah.” kata Sukamdi.
Wakil Bupati Sragen, Suroto, memberikan apresiasi terhadap pelayanan listrik PLN. Dia mengungkapkan dengan listrik PLN ini diharapkan akan menyelesaikan permasalahan pertanian di Sragen diantaranya perihal irigasi dan penerangan.
“Alhamdulillah dengan adanya program listrik masuk sawah membuat petani lebih mudah untuk mendapatkan air untuk pertanian dan juga penerangan. Selain itu dengan listrik membuat biaya produksi lebih murah.” ungkapnya dalam acara simbolis Penyalaan Serentak Pasang Baru dan Perubahan Daya Sektor Agrikultur di Sragen, Selasa (30/4/2024).
Mochamad Soffin Hadi, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta menjelaskan, melalui program Electrifying Agriculture (EA), PLN ingin mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional yang berujung pada peningkatan keuntungan. Program ini juga membuat kegiatan usaha dari pelaku bisnis menjadi lebih ramah lingkungan dengan transisi energi.
BACA JUGA: Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Jogja dan Bantul Hari Ini, Mulai Pukul 10.00 WIB
“Sepanjang triwulan 1 tahun 2024 sebanyak 1.237 pelanggan di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah memanfaatkan program EA ini dengan daya tersambung 6.242 kVA. Pada bulan Maret ini, tercatat penambahan 622 pelanggan dengan daya tersambung 2.435 kVA yang telah menerima manfaat program EA. Kami optimis, PLN dapat mendorong pertumbuhan sektor agrikultur di Jateng DIY kedepannya.” jelas Soffin.
Soffin menambahkan, melalui program ini PLN berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar dengan mendorong penggunaan berbagai inovasi teknologi agrikultur berbasis listrik. Hal ini diharapkan membawa pelaku usaha menjadi lebih modern yang membuat produktivitas meningkat signifikan dibandingkan dengan menggunakan energi fosil. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.