Honda Bawa Super-One ke Indonesia, Kuota GIIAS 2026 Cuma 100 Unit
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
Toko Sepatu Bata - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Setelah menutup operasional pabrik sepatunya di kawasan Purwakarta, Jawa Barat pada 30 April 2024 lalu lantaran merugi selama empat tahun berturut-turut, manajemen PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) mengaku bersiap menjalankan bisnis baru perseroan ke depan.
Direktur & Corporate Secretary BATA, Hatta Tutuko mengatakan untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang, BATA telah mengambil inisiatif yang bertujuan untuk mengoptimalkan operasional perusahaan guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang melalui pemasok lokal dan mitra lainnya.
"Kami akan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dengan memenuhi permintaan pelanggannya," ujar Hatta dalam keterangan resmi, Kamis (9/5/2024).
Seperti banyak perusahaan lain yang menghadapi dampak pascapandemi Covid-19, BATA, kata dia, telah menghadapi banyak tantangan selama empat tahun terakhir, termasuk perubahan perilaku konsumen yang cepat.
Oleh sebab itu, perseroan merasa perlu untuk bertransformasi untuk melayani konsumen dengan lebih baik. Meski pabrik sepatu BATA di Purwakarta telah tutup, tetapi perseroan memiliki rencana bisnis baru dengan menggandeng produsen lokal dari pabrik mitra BATA.
"Perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan produksi di pabrik di Purwakarta, dan sebagai gantinya kami akan menawarkan produk-produk baru yang menarik yang dirancang dan dikembangkan oleh BATA serta produsen lokal dari pabrik mitra kami di Indonesia, banyak di antaranya yang sudah bekerja sama dengan kami sebelumnya,” ujar dia.
Menurutnya, berbagai penyesuaian ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkembang dan beradaptasi di masa-masa perubahan dan kondisi yang sulit bagi BATA.
BACA JUGA: Kemenperin Nilai Strategi Bata Tutup Pabrik Kurang Tepat
Menilik laporan keuangan per 31 Desember 2023, BATA membukukan rugi bersih sebesar Rp190,28 miliar. Rugi itu membengkak hampir 80% dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp105,91 miliar.
Salah satu penyebab kerugian BATA karena utang jangka pendek yang membengkak atau hampir 50% dari total pendapatan perseroan. Liabilitas jangka pendek BATA tercatat sebesar Rp389,56 miliar per akhir 2023, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp64,82 miliar.
Alhasil, total liabilitas tercatat sebesar Rp454,38 miliar, atau naik 12,38% dari posisi akhir Desember 2022 sebesar Rp404,3 miliar. Sementara itu, ekuitas BATA merosot 58,92% menjadi Rp131,35 miliar, dibandingkan akhir 2022 sebesar Rp319,76 miliar. Jika dihitung rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) BATA mencapai 345,93%, sedangkan perusahaan yang sehat secara keuangan ditunjukan dengan rasio DER di bawah 100%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
AirlineRatings.com merilis daftar 25 maskapai layanan penuh dan 25 maskapai low-cost teraman dunia 2026. Etihad dan HK Express memimpin.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Pemkab Sleman berencana membahas formasi CASN pada awal 2027. Disdik mencatat kekurangan 287 guru SD dan SMP.
Memori HP penuh? Simak cara mengosongkan penyimpanan dengan mengarsipkan aplikasi Android dan mengatur unduhan otomatis WhatsApp.
Bali United menang 6-1 atas Persijap Jepara dan naik ke peringkat ketiga Super League 2026/2027. Persijap kini menelan empat kekalahan beruntun