Pertumbuhan Ekonomi Global Direvisi PBB Menjadi 2,7 Persen

Newswire
Newswire Jum'at, 17 Mei 2024 16:27 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Global Direvisi PBB Menjadi 2,7 Persen

Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, ISTANBUL—Kenaikan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan naik dari 2,4% menjadi 2,7%. Perkiraan ini dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Revisi  sebesar 0,3 poin%tase tersebut tergambar dari laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia yang dirilis Kamis (16/5/2024). Perkiraan untuk tahun 2025 juga direvisi naik 0,1 poin%tase menjadi 2,8% dari ekspektasi bulan Januari sebesar 2,7%.

“Prospek perekonomian global telah membaik sejak bulan Januari dengan negara-negara besar menghindari penurunan yang parah, sehingga menurunkan inflasi tanpa meningkatkan pengangguran,” kata laporan tersebut.

PBB juga turut memperingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, tantangan keberlanjutan utang, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan risiko iklim terus menimbulkan tantangan terhadap pertumbuhan global.

Tantangan tersebut dinilai akan mengancam kemajuan pembangunan selama beberapa dekade, terutama bagi negara-negara kurang berkembang.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Dua Skenario Menurunkan Harga Tiket Pesawat

“Revisi terutama mencerminkan prospek yang lebih baik di Amerika Serikat, di mana perkiraan terbaru menunjukkan pertumbuhan 2,3 persen pada tahun 2024 dan beberapa negara berkembang besar, terutama Brasil, India, dan Federasi Rusia,” menurut laporan itu.

Begitu juga dengan prospek China yang menunjukkan sedikit peningkatan dengan pertumbuhan diperkirakan sebesar 4,8% pada tahun 2024.

Di sisi lain, prospek Afrika telah memburuk degan perkiraan sementara pertumbuhannya turun 0,2 poin%tase pada tahun 2024.

Begitu juga dengan pertumbuhan Turki yang diprediksi PBB melambat dari 4,5% pada tahun 2023 menjadi 3,2% pada tahun 2024.

“Devaluasi lira Turki yang cepat menambah tekanan inflasi, mendorong otoritas moneter mengambil tindakan pengetatan. Di tengah melemahnya permintaan domestik, yang juga menyebabkan berkurangnya impor, defisit transaksi berjalan menyempit pada awal tahun 2024,” tambah laporan itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online