2.775 Ekor Burung Tanpa Dokumen Diamankan di Pelabuhan Bakauheni
Sebanyak 2.775 burung berbagai jenis tanpa dokumen karantina diamankan petugas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. ANTARA/HO-Kemenparekraf\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi pelaku kuliner berkelanjutan Indonesia melalui program FoodStartup Indonesia (FSI).
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan industri kuliner Indonesia memiliki banyak potensi untuk itu Kemenpareraf menghadirkan FSI sebagai cara mewadahi pelaku bisnis kuliner mengakses permodalan.
“Kegiatan ini bertujuan mengakselerasi pembiayaan dan permodalan serta mendorong pelaku usaha kreatif subsektor kuliner untuk lebih berinovasi. Harapannya, pelaku usaha kreatif kuliner di Jawa Timur tidak hanya berjaya di Indonesia, tetapi juga di pasar global,” ujar Angela dalam acara roadshow FSI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/5/2024).
Untuk FSI 2024, Kemenparekraf menggandeng perusahaan teknologi Wahyoo Ventures dengan mengangkat tema Unleashing F&B Potential.
Dalam roadshow FSI di Surabaya pada Senin (20/5/2024), Founder & CEO Wahyoo Ventures Peter Shearer menyampaikan industri kuliner di Jawa Timur termasuk Surabaya di dalamnya turut memiliki potensi pengembangan yang besar karena memiliki cita rasa khas.
Peter kemudian mengatakan perusahaannya berkomitmen mendukung pelaku usaha kuliner lokal untuk bisa bertumbuh melalui prinsip 4M yang terdiri atas Money (Pendanaan), Mentoring (Bimbingan), Management Tools (Alat Manajemen), dan Market Access (Akses Pasar).
Baca Juga
Kemenparekraf Luncurkan Food Startup Indonesia 2024, Ini Tujuannya
Festival Kuliner Chinatown Digelar di Lippo Plaza Jogja
Wuih! Kampung Wisata Rejowinangun Digelontor Rp120 Juta dari Kemenparekraf
Roadshow FoodStartup Indonesia (FSI) di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FSI menuju Demoday FSI pada bulan Juli 2024, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan industri kuliner Indonesia khususnya berbasis Suistainable Development Goals (SDGs).
Acara ini juga menghadirkan seminar bisnis kuliner yang membahas tantangan yang dihadapi UMKM kuliner di Indonesia, seperti model bisnis yang ideal untuk diterapkan, pentingnya digitalisasi bisnis, akses pasar, dan cara mengakses pembiayaan usaha.
Beberapa panelis yang hadir merupakan praktisi bisnis kuliner di antaranya Co-Founder dan CEO Vilo Gelato Vincent Kusuma; Co- Founder FoodStartup Indonesia Bonnie Susilo; CCO PT Olsera Indonesia Pratama Eko Goentoro Ongko Wijoyo; Founder Mangkokku Arnold Poernomo; serta Chief Impact Officer Vilo Gelato Arifin Putra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 2.775 burung berbagai jenis tanpa dokumen karantina diamankan petugas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.