PLTU Ini Pensiun, Bisa-Bisa Jawa Kekurangan Pasokan Listrik

Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim Rabu, 29 Mei 2024 18:57 WIB
PLTU Ini Pensiun, Bisa-Bisa Jawa Kekurangan Pasokan Listrik

Ilustrasi meteran listrik - ist/PLN

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyebut bahwa pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon-1 bakal membuat pulau Jawa berpotensi kekurangan listrik.

Adapun, Asian Development Bank (ADB) bersama PT Cirebon Electric Power (CEP) dan Indonesia Investment Authority (INA) sepakat untuk melakukan pensiun dini terhadap PLTU Cirebon-1 di Jawa Barat pada Desember 2035.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi mengatakan pensiun dini PLTU Cirebon-1 masuk dalam dokumen JETP yang sudah disampaikan. “Nah di dalam dokumen ini pertama masalah PLTU yang ada di Cirebon 1 itu, itu sedang dihitung,” kata Eniya dalam acara Green Energy Forum di Hotel Kempinski, Rabu (29/5/2024).

Dengan pensiunnya PLTU Cirebon-1 pada 2035, Eniya menyampaikan bahwa pulau Jawa akan kekurangan listrik dan membutuhkan sambungan listrik dari Pulau Sumatra.

Sehingga, Eniya menuturkan bahwa perlu adanya grid yang tersambung dari Sumatra agar listrik di Jawa dapat bergerak normal dan tidak kekurangan.

“Jadi dari Sumatra grid-nya harus tersambung ke Jawa dan itu harus sebelum 2035 harus tersambung. Sehingga, PLN harus melakukan investasi transmisi,” ujarnya.

Maka dari itu, Eniya menyebut bahwa Jawa harus memiliki pengganti jika PLTU Cirebon-1 dipensiunkan. Salah satunya adalah pengembangan pembangkit dari panas bumi atau geothermal dan tenaga surya atau sistem fotovoltaik (PV).

BACA JUGA: PLTU Suralaya dan 5 Pembangkit Milik PLN Grup Raih 7 Penghargaan Tingkat ASEAN, Bukti Operasional Pembangkit Ramah Lingkungan

Namun, pembangunan grid untuk listrik dari Sumatra ke Jawa perlu terus dilakukan karena sumber energi di Jawa tidak besar. “Jadi ini yang masih kami arrange dan di Jawa sendiri ini kecil-kecil. Separated gitu, kecil-kecil dan pembangunannya membutuhkan waktu yang lama juga. Jadi enggak sanggup lah gitu, enggak nyampe sampai 2035,” ucapnya.

Perlu diketahui, Asian Development Bank (ADB) bersama PT Cirebon Electric Power (CEP) dan Indonesia Investment Authority (INA) sepakat untuk melakukan pensiun dini terhadap PLTU Cirebon-1 di Jawa Barat pada Desember 2035. PLTU Cirebon dengan kapasitas 660 megawatt (MW) tersebut akan pensiun 7 tahun lebih awal daripada yang seharusnya, yaitu Juli 2042.

Sementara untuk transaksi ditargetkan akan diselesaikan pada paruh pertama 2024. Hal ini berdasarkan hasil diskusi dengan pemilik pembangkit listrik tersebut dan Pemerintah Indonesia di bawah program Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM) dari ADB. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online