Realisasi Belanja APBN DIY Sampai April 2024 Capai Rp6,5 Triliun

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 30 Mei 2024 11:37 WIB
Realisasi Belanja APBN DIY Sampai April 2024 Capai Rp6,5 Triliun

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY mencatat sampai dengan April 2024 belanja APBN DIY mencapai  Rp6,5 triliun atau tumbuh 4,71% secara tahunan atau (year-on-year/yoy). Dipengaruhi oleh kenaikan signifikan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 22,48%, terutama Belanja Barang.
 
Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta mengatakan belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp3,51 triliun atau 23,22% dari pagu belanja, tumbuh 22,48%. Menurutnya belanja Pemerintah Pusat terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp1,69 triliun atau 35,24% dari pagu belanja, tumbuh 15,62%.

BACA JUGA: Industri Rokok Dikabarkan Mengap-mengap, 6 Juta Buruh Terancam PHK

Realisasi Belanja Pegawai terbesar terdapat pada Kemendikbud Ristek sebesar Rp371,53 miliar, Kementerian Pertahanan Rp358,2 miliar, dan Polri sebesar Rp309,47 miliar.

"Belanja Negara di DIY diketahui mencapai Rp6,50 triliun sampai dengan 30 April 2024," ucapnya dalam keterangan resminya, Kamis (30/5/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan realisasi Belanja Barang sebesar Rp1,36 triliun atau 24,82% dari pagu belanja, untuk kegiatan Dukungan Pelayanan Kesehatan Unit Pelaksana Teknis Ditjen Pelayanan Kesehatan Rp268,31 miliar, Pembentukan Badan Adhoc Rp168,53 miliar, Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Rp80,65 miliar serta Pembangunan dan Rehabilitasi Prasarana Pendidikan Rp66,21 miliar.

Realisasi Belanja Modal mencapai Rp462,16 miliar atau 9,55% dari pagu belanja. Antara lain untuk kegiatan Pengendalian Banjir, Lahar, Pengelolaan Drainase Utama Perkotaan, dan Pengaman Pantai sebesar Rp165,42 miliar. Lalu Pengembangan Bendungan, Danau, dan Bangunan Penampung Air lainnya sebesar Rp148,85 miliar.

"Penyediaan dan Peningkatan Kualifikasi Tenaga Kesehatan Rp29 miliar, serta Pengembangan Jaringan Irigasi Permukaan, Rawa, dan Non-Padi Rp26,06 miliar," tuturnya.

BACA JUGA: Harga Pangan Hari Ini, Kamis 30 Mei, Harga Sejumlah Bahan Pokok Kompak Turun

Menurutnya dukungan APBN terhadap APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa juga mendukung kinerja APBN di DIY. Realisasinya sebesar Rp2.989 miliar 28,44% dari alokasi.

Selanjutnya, kinerja Pendapatan Negara di DIY sebesar Rp3.398,86 miliar atau tumbuh 27,49%. Kedua komponen Pendapatan Negara yaitu Penerimaan Perpajakan dan Penerimaan negara Bukan Pajak (PNBP) kompak tumbuh. Penerimaan Perpajakan tumbuh 19,89% dipengaruhi peningkatan kinerja komponen utama PPh (17,46%) dan PPN (15,21%).

Menurutnya kenaikan setoran PPh Pasal 25 dan PPh pasal 21 memberikan andil kinerja PPh, sedangkan kenaikan tarif dan pembayaran proyek pengadaan/pembangunan memiliki andil besar terhadap kinerja PPN.

Kemudian penerimaan Bea dan Cukai tumbuh 43,5%, dengan capaian 41,94% dari target Rp900,07 miliar. Kinerja penerimaan Pabean tumbuh 41,8% yoy akumulatif seperti bulan sebelumnya terutama bea atas pengeluaran barang impor dari tempat penimbunan.

Kinerja penerimaan cukai Hasil Tembakau (HT) meningkat 43,5% yoy akumulatif, melanjutkan tren peningkatan bulan sebelumnya. Penerimaan bea dan cukai didominasi cukai HT dengan share 98,58%.

"Utamanya karena peningkatan produksi HT, tumbuh sebesar 17,87% yoy akumulatif sampai dengan bulan April 2024 dan pabean yang meningkat 41,8%," jelasnya.

PNBP juga tumbuh sebesar 54,36% yoy akumulatif dengan capaian 43,39% dari target Rp2.092,98 miliar. Disebabkan oleh pendapatan BLU tumbuh 67,08% dari periode yang sama di 2023. Realisasi Pendapatan BLU sebesar Rp 671,42 miliar atau 36,3% dari target APBN.

"Kenaikan ini didorong oleh realisasi pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit dan Pendidikan masing-masing Rp 488,82 miliar dan Rp 160,88 miliar." 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online