Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Ilustrasi tekstil. Freepik\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY Robby Kusumaharta meminta kepada pemerintah untuk terus mendorong pameran tekstil luar negeri. Selama ini pameran lebih sering dilakukan di dalam negeri.
Melalui pameran di level internasional menurutnya akan semakin banyak yang tahu keunikan produk tekstil DIY, seperti lurik dan batik. Dia menjelaskan produk tekstil tidak hanya pakaian, ada juga bando, topi, tas, dan lainnya.
"Ada pameran lokal di JEC atau di Jakarta, tapi kurang didorong untuk pameran internasional," ucapnya, Kamis (30/5/2024).
BACA JUGA: Industri Tekstil Masih Lesu, API DIY Ungkap Penyebabnya
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut anggota API sudah difasilitasi pameran ekspor baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan pada 2019 DIY mengikuti pameran atau Festival Indonesia Moscow dengan membawa 17 pelaku usaha DIY, salah satunya anggota API DIY untuk produk tekstil.
Syam menyampaikan, pada September 2024 tim Pemda DIY termasuk Disperindag DIY berencana melakukan Misi Dagang ke Brussel, Belgia. Dan akan menampilkan berbagai potensi produk unggulan DIY dan salah satunya tekstil.
"Saat ini dunia fashion menjadi salah satu kegiatan yang banyak diunggulkan oleh berbagai daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, potensi fashion di Indonesia dan DIY khususnya cukup besar. Di mana masing-masing daerah memiliki keunikan dan keunggulan.
Menurutnya Pemda DIY berusaha memfasilitasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) fashion agar lebih berkembang, lebih dikenal, dan diminati baik di pasar nasional dan internasional. Ia menyebut sudah banyak produk fashion DIY yang berada di jajaran nasional dan internasional.
BACA JUGA: Industri Tekstil DIY Kian Terpuruk, Ini Saran Pakar Ekonomi
Disperindag DIY, kata Syam, terus mendukung dan memfasilitasi agar ekosistem fashion DIY semakin baik. Menampilkan desain yang bisa menjadi trendsetter.
"Saat ini masih proses untuk menjadi kiblat," lanjutnya.
Ia menjelaskan, Disperindag DIY melakukan berbagai kegiatan promosi seperti pameran dan business matching agar pelaku usaha bisa mendapatkan buyer maupun jaringan bisnis. Selain promosi, perusahaan tekstil yang sudah establish dalam melakukan ekspor juga perlu diperhatikan.
Syam mengatakan Disperindag DIY terus memberikan fasilitas, mulai dari pendampingan, pemberian informasi-informasi pelaksanaan regulasi, serta fasilitasi pelayanan Surat Keterangan Asal (SKA) agar mendapatkan benefit dari negara tujuan.
"Dan menjadi katalisator kepada pemerintah pusat terkait regulasi apabila dijumpai kendala ekspor," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau evakuasi KMP Putri Yasmin di Lombok. Satu penumpang meninggal dan 12 orang dirawat