Teknik Kimia dan Teknik Industri UAD Latih Warga Buat Dehumidifier
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat.
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan PT. BPD DIY tentang Pemanfaatan Layanan Jasa dan Produk Perbankan, Kamis (6/6/2024). - ist
JOGJA—BPJS Kesehatan bersama PT. Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) kembali menjalin kerja sama resiprokal bisnis investasi dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu layanan fasilitas kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional. Kerja sama ini salah satunya diwujudkan dalam Program Supply Infrastructure Financing (SIF).
“Kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT. BPD DIY atas dukungan yang diberikan kepada BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan mitra. Hal ini sebagai wujud nyata komitmen kami selalu memberikan layanan terbaik untuk peserta JKN,” kata Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno, usai menandatangani Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan PT. BPD DIY tentang Pemanfaatan Layanan Jasa dan Produk Perbankan, Kamis (6/6/2024).
Program Supply Infrastructure Financing (SIF) merupakan pemberian konfirmasi kepada bank yang akan memberikan pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama Program SIF ini ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro dengan Direktur Utama PT. BPD DIY, Santoso Rohmad.
Mundiharno menjelaskan, penguatan kerja sama dengan perbankan dilakukan dalam upaya pencapaian fokus utama di tahun 2024 yakni transformasi mutu layanan dan penguatan ekosistem JKN. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan pemanfaatan jasa layanan perbankan untuk pembayaran iuran peserta JKN melalui beberapa kanal pembayaran seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mobile banking atau autodebet. Hal ini merupakan salah satu solusi memberi kemudahan serta menjaga kepatuhan peserta dalam membayar iuran demi menjaga kesinambungan finansial Program JKN.
“Selain itu, perbankan juga memberikan fasilitas pembiayaan terhadap fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan kami dalam meningkatkan mutu layanan peserta JKN,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Keluarkan Surat Edaran soal Study Tour, Simak Ketentuannya!
Dia menyampaikan, saat ini pihaknya juga berfokus pada upaya perluasan cakupan kepesertaan Program JKN menuju Universal Health Coverage (UHC). Salah satunya melalui anggota keluarga tambahan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 ditargetkan setidaknya 98% penduduk Indonesia sudah memiliki jaminan kesehatan.
“Hal ini tentunya harus diimbangi dengan kualitas layanan yang memadai, baik dari sisi BPJS Kesehatan maupun fasilitas kesehatan. Kami akan terus berupaya menjaga agar kepuasan peserta terhadap layanan JKN ini tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Dia berharap, kerja sama yang dilakukan bersama perbankan ini dapat mengoptimalkan penyelenggaraan Program JKN. Dengan pengembangan infrastruktur yang dilakukan fasilitas kesehatan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas dan mutu layanan kepada peserta JKN. Tentunya, kepuasan peserta JKN nantinya akan meningkat secara berkesinambungan.
Direktur Utama PT. BPD DIY, Santoso Rahmad menyampaikan, pihaknya berkomitmen kuat terhadap kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Dengan adanya pembiayaan perbankan ini diharapkan seluruh fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, termasuk peserta JKN.
“Kebutuhan yang saat ini ada adalah pengembangan infrastruktur dan peralatan medis, terutama untuk pelayanan cuci darah dan kanker,” ujarnya.
Dia menambahkan, kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat diperluas dalam upaya mendongkrak kolektabilitas iuran peserta JKN. Saat ini, pihaknya juga mempunyai agen yang bertugas hingga ke desa-desa. Agen ini ke depan diharapkan mampu mendongkrak kolektabilitas iuran peserta JKN sehingga ketahanan Dana Jaminan Sosial (DJS) semakin kuat.
“Semoga ke depannya akses layanan kepada masyarakat semakin mudah, termasuk dalam proses pembayaran iuran JKN. Kami siap jika nantinya ada perluasan kerja sama bersama agen kami yang dapat menjangkau ke desa-desa,” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.