6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Logo Muhammadiyah - ist/wikimedia
Harianjogja.com, JAKARTA—PP Muhammadiyah menarik dana simpanan dan pembiayaan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Penarikan dana tersebut disertai dengan sejumlah alasan.
Menurut Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, PP Muhammadiyah memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung perbankan syariah. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya.
BACA JUGA: Muhammadiyah Pindahkan Dana Jumbo dari BSI ke Bank Lain, Ekonom Cemaskan Likuiditas
“[Ini dilakukan] agar Muhammadiyah bisa berkontribusi bagi terciptanya persaingan yang sehat di antara perbankan syariah yang ada, terutama ketika dunia perbankan syariah tersebut berhubungan dengan Muhammadiyah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2024).
Mengacu pada alasan "rasionalisasi" dan "konsolidasi" ini, PP Muhammadiyah mengaku bahwa uang yang mereka simpan di BSI terlalu banyak.
Jika dibiarkan, maka secara bisnis bisa saja menimbulkan masalah risiko konsentrasi atau concentration risk. “Fakta yang ada menunjukkan bahwa penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak berada di BSI, sehingga secara bisnis dapat menimbulkan resiko konsentrasi [concentration risk],” ucapnya.
Sementara itu, penempatan dana maupun pembiayaan di bank-bank syariah lain dinilai masih sedikit, sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI.
Mengacu pada pernyataan ini, Muhammadiyah berencana menyebar tabungannya ke bank-bank syariah lain untuk menghindari concentration risk.
PP Muhammadiyah memutuskan untuk membagi dana tersebut ke beberapa perbankan syariah lain di luar BSI, sekaligus dalam rangka meningkatkan kontribusi organisasi menciptakan iklim persaingan yang sehat di antara perbankan syariah di Indonesia.
Di Indonesia saat ini, ada beberapa bank syariah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah BRI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, Bank Aceh Syariah, BTPN Syariah dan sebagainya.
Sementara itu dilansir dari Antaranews, Universitas Muhammadiyah (UNMUHA) Aceh mengikuti sepenuhnya instruksi dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terkait pengalihan dana simpanan dan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Insya Allah tetap mengikuti instruksi dari PP Muhammadiyah (terkait pengalihan dari BSI)," kata Wakil Rektor II UNMUHA Aceh, M Yamin, di Banda Aceh, Jumat.
Yamin menyebutkan, selain BSI, terdapat beberapa pilihan perbankan syariah di Aceh jika nantinya dilakukan pengalihan, yakni Bank Aceh Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Permata Syariah, Bank Muamalat, Bank KB Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, dan Bank BCA Syariah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.
Putin membatasi pengungkapan data minyak dan energi Rusia, termasuk harga, pembeli, rute pengiriman, hingga kapasitas kilang.
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.