Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Logistik - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengusaha meminta agar pemerintah segera membentuk Badan Logistik Nasional. Alasannya karena dianggap krusial di tengah berbagai tantangan dan persoalan logistik di Indonesia.
Ketua Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan menilai bahwa pembentukan Badan Logistik Nasional diperlukan sebagai Cetak Biru (blueprint) dari masterplan sistem logistik nasional (Sislognas) 2012.
Dia menuturkan, para pengusaha logistik menginginkan adanya lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur tata kelola logistik secara independen.
"Bukan kami mengharapkan anggaran, kami ingin ada satu lembaga independen yang tugasnya jelas, KPI [key performance index] yang jelas, bagaimana konektivitas semua stakeholder ini bisa satu suara," kata Akbar usai menghadiri diskusi Indonesia Port Editor's Club di kawasan Sunter, Selasa (2/7/2024).
Akbar membeberkan bahwa pihaknya telah bersurat kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto, ihwal urgensi pembentukan Badan Logistik Nasional. Mereka pun optimistis lembaga yang digadang-gadang bakal mampu meningkatkan daya saing logistik nasional itu dapat diwujudkan pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Tahun lalu masih ada tahun politik, nah kalau sekarang sudah ketahuan pemenangnya. Jadi kita sudah kasih masukkan tertulis ke presiden terpilih atau istana baru," ungkapnya.
Akbar mengeklaim, dengan dibentuknya Badan Logistik Nasional, target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 8% dapat tercapai. Adapun, untuk penguatan peran dan konsistensi lembaga, Badan Logistik Nasional diharapkan lahir dari undang-undang.
Sebaliknya, menurut Akbar, tanpa adanya Badan Logistik Nasional dipastikan kinerja logistik Indonesia akan sulit berdaya saing dengan negara-negara lain. Musababnya, ketidakpastian dan tumpang tindih kebijakan seperti yang terjadi selama ini diakui menjadi hambatan sektor logistik nasional.
BACA JUGA: Minta Kompos ke DLH Jogja, Petani Sanden Justru Dikirimi Sampah
Sebagai contoh, Akbar menyoroti inkonsistensi kebijakan impor pemerintah yaitu Permendag No.36/2023 yang harus direvisi berkali-kali hingga menyebabkan penumpukan puluhan ribu kontainer di pelabuhan akibat koordinasi yang buruk antar lembaga pemerintahan.
Penumpukan kontainer akibat kebijakan itu telah menambah beban biaya logistik tak terduga di kalangan pelaku usaha. Ujung-ujungnya, kata dia, investasi akan mandek saat biaya logistik Indonesia tidak berdaya saing. "Rasanya perlu ada badan gitu yang membereskan ini PR-PRnya terus dikasih target," kata Akbar.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, Jumat (21/7/2023), Logistics Performance Index (LPI) 2023 yang dirilis Bank Dunia mencatat kinerja logistik Indonesia mengalami penurunan drastis dibandingkan data pada 2018. LPI Indonesia pada 2023 menempati peringkat ke 63 dari total 139 negara, kalah dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.