Galaxy Watch Ultra2 Andalkan AI untuk Dukung Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
Tahun 2024 menjadi penanda satu dekade penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus HUT ke-56 BPJS Kesehatan yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2024.
JOGJA–Tahun 2024 menjadi penanda satu dekade penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus HUT ke-56 BPJS Kesehatan yang jatuh pada tanggal 15 Juli lalu. Memperingati hari bersejarah tersebut, BPJS Kesehatan menyapa langsung peserta JKN di fasilitas kesehatan untuk memastikan peserta mendapatkan layanan yang baik.
“Sepuluh tahun program ini berjalan, kami terus mengedepankan layanan yang mudah, cepat dan setara. Untuk memperingatinya kami menyapa langsung peserta JKN yang sedang memanfaatkan layanan di rumah sakit. Kami ingin memastikan sepuluh tahun program ini berjalan pesertanya sudah mendapatkan layanan yang baik,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, M. Idar Aries Munandar usai menyapa peserta JKN di RSUD Kota Yogyakarta, Senin (15/7/2024).
Dalam meniti perjalanan Program JKN, BPJS Kesehatan bersinergi dengan jajaran organisasi perangkat daerah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kejaksaan Negeri dan masih banyak lagi.
Kolaborasi ini terbukti dengan telah terlindunginya kesehatan masyarakat dan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) diseluruh kota dan kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
“UHC telah tercapai di DIY dengan jumlah peserta per tanggal 1 Juli 2024 sebesar 3.728.009 jiwa dengan tingkat keaktifan hingga mencapai 88,58%. Ini buah dari kerja sama dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi serta masih banyak lagi,” kata Nandar.
BACA JUGA: Terjadi 209 Pelanggaran Lalu Lintas di Bantul pada Hari Pertama Operasi Patuh Progo 2024
Beragam inovasi juga telah diluncurkan untuk kemudahan dan kenyamanan peserta JKN. Kini hadir dan terus berkembang, Aplikasi Mobile JKN yang di dalamnya terdapat beragam fitur unggulan.
Menu Pendaftaran Pelayanan (antrean) di aplikasi dapat digunakan untuk mengambil antrean di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit, perubahan data, informasi lokasi fasilitas kesehatan dan informasi ketersediaan tempat tidur dapat diakses dengan mudah.
“Aplikasi Mobile JKN ini seperti one stop service, semua layanan ada dalam satu genggaman. Jika peserta ingin melihat riwayat pelayanan kesehatan ada menu i-Care JKN. Jika peserta ingin mengecek iuran ada menu Info Iuran. Kami menghimbau peserta untuk mengunduh dan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN karena disitu banyak hal yang dapat diakses tanpa peserta datang ke kantor cabang,” tegas Nandar.
Salah satu peserta yang ditemui Nandar, Dian Indrawati mengatakan ia dan keluarga telah merasakan manfaat kepesertaan JKN.
Dian sekeluarga terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dan rutin membayar iuran. Baginya, mengiur JKN seperti perlindungan yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika sakit datang menyerang.
“Program JKN itu memudahkan kami karena bisa dipakai sewaktu-waktu kalau kita sakit. Kebetulan saya sedang mengantar bapak yang sedang operasi. Awalnya selama lima bulan ada terapi dahulu dan ternyata memang harus operasi. Untuk BPJS Kesehatan, tetaplah ada dan membantu masyarakat kecil untuk berobat. Tetaplah memberikan layanan terbaik,” kata Dian. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Presiden Prabowo menargetkan persoalan sampah di seluruh Indonesia tuntas dalam satu tahun guna memperkuat daya saing sektor pariwisata.
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Presiden Prabowo menjajal Kereta Nusantara Explorer dan menghadiri akad massal 62.000 KPR subsidi FLPP dalam kunjungan kerja di Jawa Tengah.
Pemkab Bantul memproses pengaktifan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan bebas kasus TKD berkekuatan hukum tetap.