BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG, 3.000 Masih Diperiksa
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
Bahan pangan - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Untuk menguatkan sistem keamanan pangan Indonesia, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menginisiasi perumusan indikator indeks keamanan pangan.
"Keamanan pangan merupakan aspek mutlak yang harus dipenuhi dalam menghadirkan pangan yang berkualitas," kata Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Bapanas Andriko Noto Susanto dalam Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Indikator Keamanan Pangan di Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/7/2024).
Andriko menyampaikan diperlukan suatu pengukuran tertentu untuk melihat indeks keamanan pangan yang menjadi acuan bersama dalam melihat kondisi faktual terkait keamanan pangan baik pada skala nasional maupun daerah.
Untuk itu, lanjut Andriok, Bapanas mendorong lahirnya indeks keamanan pangan dengan mengumpulkan para pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan indikator apa saja yang diperlukan.
Ia menuturkan, aspek keamanan pangan sangat penting untuk mewujudkan masyarakat lebih sehat dan produk lebih berdaya saing sehingga ukuran pencapaian kebijakan keamanan pangan harus terukur dan tercermin dari sisi output maupun impact.
BACA JUGA: Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Telah Dibayarkan Rp4 Triliun
"Badan Pangan Nasional berwenang dalam pengawasan keamanan pangan segar, sehingga perlu kita bicarakan bersama kesepakatan indikator yang membangun Indeks Keamanan Pangan Nasional ini." ujar Andriko dalam keterangan di Jakarta.
Menurut dia, FGD tersebut menjadi langkah awal bersama untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi sumber data dari berbagai kementerian dan lembaga serta ketersediaan data baik pada level nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang mencakup berbagai aspek antara lain regulasi dan kelembagaan, sistem keamanan pangan, kesehatan, perdagangan, dan kesadaran masyarakat.
Untuk mendukung penilaian indikator dalam pengukuran indeks keamanan pangan, jelas Andriko, perlu dilakukan identifikasi kebutuhan data dukung dengan memperhatikan data-data terkait keamanan pangan yang tersedia di masing-masing kementerian/lembaga.
"Usulan indikator dan subindikator merupakan hal yang memperkaya seluruh aspek yang akan dilihat dalam indeks ini. Tentunya yang juga penting adalah peran para pakar di bidang pangan untuk memvalidasi berbagai aspek tersebut. Intinya kita melibatkan stakeholder terkait untuk sama-sama membangun keamanan pangan yang kuat," jelas Andriko.
Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pelibatan para pemangku kepentingan menjadi hal penting dalam perumusan indikator indeks keamanan pangan.
Arief mengatakan, kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam mewujudkan pangan yang aman bagi masyarakat.
Menurut Arief, mewujudkan keamanan pangan yang lebih baik membutuhkan peran dari berbagai pihak dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan mulai akademisi, pengusaha, pemerintah, asosiasi, hingga media.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.
Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. PDIP menyebut Megawati memiliki kegiatan lain pada Jumat (14/8/2026).
Hujan ekstrem di Chiba, Jepang, memicu banjir dan peringatan Level 5. Tiga orang tewas dan lebih dari 400.000 warga dievakuasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.