Rombongan Biksu IWFP Tiba di Jogja Disambut Sri Sultan
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah DIY (Pemda DIY) berencana membentuk sekretariat bersama (Sekber) pariwisata. Nantinya Sekber bertugas merespon tantangan, peluang, dan memaksimalkan potensi pariwisata yang belum digarap.
DPD Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIY menyebut ada beberapa masalah yang harus dirampungkan di sektor ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Asita DIY, Edwin Ismedi Himna menyebut masalah yang paling mengemuka adalah terkait dengan promosi.
Menurutnya saat ini promosi wisata belum terkoordinir, masih dilakukan sendiri-sendiri oleh kabupaten dan kota. Ini akan menjadi salah satu poin prioritas yang akan dibahas oleh Sekber.
"Kemudian tentunya pengembangan destinasi di masing-masing kabupaten dan kota, dampaknya terhadap masyarakat, dan SDM pariwisata," ucapnya, Kamis (25/7/2024).
Ia menjelaskan warga DIY yang kuliah di kampus-kampus pariwisata jauh lebih sedikit dibandingkan mahasiswa dari luar daerah. Ini menjadi keprihatinan dan bisa menjadi ancaman 5-10 tahun ke depan. "Krisis SDM pariwisata kurang lebih," jelasnya.
Dia menjelaskan pembentukan Sekber ini sangat penting, Gubernur DIY sendiri yang memintanya setelah dilakukan pemetaan masalah-masalah di sektor ini. Baik di tingkat kabupaten, kota, dan wilayah yang lebih kecil lagi.
BACA JUGA: Sultan Dukung Pembentukan Sekber Pariwisata DIY
Nantinya Sekber ini akan diisi oleh para pelaku industri dan akademisi. Kemudian akan disampaikan ke Gubernur DIY dan akan dicarikan solusinya. Edwin mengatakan dengan adanya Sekber ini masalah di industri pariwisata akan lebih terkoordinasi.
'"Industri pariwisata ini kan banyak sekali permasalahannya," lanjutnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Gubernur DIY berharap Sekber ini bisa dibentuk secepatnya, rencana satu bulan dari pertemuan terakhir saat rapat koordinasi Selasa, (23/7/2024). "Akan dibentuk secepatnya dalam satu bulanan ini."
Sebelumnya, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut pembangunan pariwisata DIY saat ini masih terkendala ego sektoral. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengajak agar empat kabupaten dan satu kota di DIY bekerjasama dalam memajukan pariwisata.
"Mari orkestrasi bersama, gak ada lagi saya Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo," ucapnya.
Dia mengatakan industri tidak bisa berjalan sendiri, sehingga GIPI DIY mencoba menggerakkan dengan pentahelix meskipun tidak mudah. Diharapkan pentahelix ini akan berubah jadi Sekber agar ada percepatan dan tanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter mulai Juni 2026, sementara Pertalite tetap Rp10.000. Simak daftar lengkap BBM terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.