Percepat Transisi Energi Bersih, Moeldoko: Perlu Riset Teknologi Baterai dari Hulu ke Hilir

Media Digital
Media Digital Senin, 29 Juli 2024 19:47 WIB
Percepat Transisi Energi Bersih, Moeldoko: Perlu Riset Teknologi Baterai dari Hulu ke Hilir

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko./Istimewa

JAKARTA—Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko menyebutkan pentingnya peranan riset dalam menjawab berbagai isu mengenai perkembangan baterai di Indonesia bahkan di dunia.

Dia menyebutkan ada tiga hal penting dalam mengakselerasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) di Indonesia.

Pertama, persoalan baterai kendaraan listrik seperti soal kapasitas dan daya tahan, durasi pengisian daya, harga hingga keamanannya yang saat ini masih ramai diperbincangkan publik.

“Isu soal baterai ini sudah diketahui ramai seperti bagaimana chargingnya harus cepat dengan jarak tempuh yang jauh serta harga murah, jadi perlu ada riset yang bisa diaplikasikan terutama dengan sumber daya kita miliki,” ujar Moeldoko dalam acara International Battery Summit 2024 di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Moeldoko menegaskan Indonesia berpotensi besar menjadi pemain utama global dalam industri kendaraan listrik baterai (BEV) dengan sumber daya nikel sebagai bahan bakunya.

Dia menambahkan, pemerintah secara serius membangun ekosistem baterai kendaraan listrik dengan membentuk holding company, Indonesia Battery Corporation (IBC). Keempat perusahaan terintegrasi dan pemegang saham IBC, yakni PT Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk.

Electronic vehicle [EV] ini salah satu yang memberi kontribusi besar pada perekonomian Indonesia, untuk itu bisa dibayangkan market-nya akan besar,” imbuh Moeldoko.

Moeldoko turut menyebutkan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai telah tertuang dalam Perpres No.79/2023 yang mengatur tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan Raya.

Percepatan tersebut, sambungnya dilakukan untuk perbaikan ekosistem KLBB antara lain penyesuaian penggunaan tingkat komponen dalam negeri dan penguatan dukungan Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online