Libur Panjang 1 Mei, Okupansi Hotel Jogja Diprediksi Naik
Libur panjang 1 Mei dorong kunjungan wisata Jogja naik hingga 25%. Okupansi hotel diprediksi tembus 80%.
Jogja Economic Forum 2024 di Hotel Tentrem, Kamis (8/8/2024). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA— Ketua Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSEKUIN) UPN 'Veteran' Yogyakarta, Ardito Bhinadi mengatakan rata-rata pengeluaran biaya hidup mahasiswa DIY 2024 sebesar Rp2,96 juta per bulan, naik 2% dari 2020 sebesar Rp2,91 juta. Terjadi perubahan distribusi alokasi pengeluaran mahasiswa di 2024 dibandingkan 2020.
Dia mengatakan data ini merupakan hasil survei biaya hidup mahasiswa 2024 Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY bekerjasama dengan UPN Veteran Yogyakarta. Menurutnya, survei dilakukan setiap empat tahun sekali untuk memotret perkembangan biaya hidup di DIY dan kontribusi pendidikan terhadap perekonomian DIY.
BACA JUGA: Berapa Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja per Bulan? Ini Hasil Surveinya
Berdasarkan hasil survei rata-rata pengeluaran biaya hidup mahasiswa lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga di DIY dan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2024.
"Survei dari 2.000 mahasiswa terhadap 126 perguruan tinggi yang ada di DIY kurang lebih Rp2,9 juta per bulan," ucapnya dalam acara Jogja Economic Forum 2024 bertajuk 'Peran Penting SDM Berkualitas dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi' di Hotel Tentrem, Kamis (8/8/2024).
Menurutnya dibandingkan survei terakhir pada 2020, preferensi makan dan minum tidak banyak berubah. Akan tetapi pengeluaran di 2020 untuk makan minum lebih tinggi karena masih pandemi, menyebabkan tidak bisa kemana-mana dan beli makanan lewat online. Harga relatif lebih mahal daripada makan langsung ke warung.
Lebih lanjut dia mengatakan lifestyle menjadi komponen pengeluaran yang kedua pada 2024, mencapai 26% dari total pengeluaran. Menurutnya pengeluaran gaya hidup paling banyak adalah untuk perawatan wajah dan tubuh (skincare dan body treatment). Skincare tidak hanya jadi barang konsumsi perempuan, namun juga laki-laki. Meningkat dari Rp159.620 di 2020 menjadi Rp191.495 per bulan di 2024.
BACA JUGA: BPS DIY Menggelar Survei Biaya Hidup
"Apasih lifestyle dikonsumsi mahasiswa itu, nomor satu adalah adalah skincare," jelasnya.
Selanjutnya komponen pengeluaran ketiga adalah kos atau pondokan, mereka cenderung memilih kos yang aman, bersih, dekat kampus, biaya sewa terjangkau dan tersedia fasilitas wifi. Komponen selanjutnya transportasi, di mana pengguna transportasi publik terus menurun sejak 2016.
Preferensi komunikasi dan informasi, kata Ardito, yang cukup menarik adalah pada merek HP yang digunakan. Survei 2024 menunjukkan mahasiswa lebih banyak menggunakan Iphone, menggeser posisi Samsung di 2020. Harga rata-rata HP yang dimiliki Rp4,27 juta
"Sekarang alat komunikasi, sosialitas, statusisasi, tapi juga gaya hidup di 2024, mereknya iphone."
Ardito mengatakan sektor jasa pendidikan punya kontribusi rata-rata 8% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY. Kegiatan sektor jasa pendidikan berdampak pada pertumbuhan ekonomi DIY. Meningkatnya kegiatan di awal tahun ajaran baru pada Juli untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, serta Agustus/September untuk pendidikan tinggi, mendorong pertumbuhan ekonomi sektor jasa pendidikan triwulan III.
"Selalu jauh lebih tinggi daripada triwulan lainnya," lanjutnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim mengatakan BI DIY bersama dengan Pemda, dan stakeholder lainnya telah melakukan tiga upaya, yakni konsistensi, inovasi, dan sinergi. Konsisten berupaya menggali tantangan ekonomi yang dihadapi DIY. Juga terus memperbaiki dengan apa yang sudah dijalankan.
"Tetapi upaya konsistensi mestinya kita lengkapi dengan inovasi dan sinergi," ucapnya.
Sekretaris Daerah DIY, Benny Suharsono mengatakan Jogja Economic Forum 2024 merupakan upaya kolaboratif dalam mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi khususnya di DIY. Berbagai riset menunjukkan ada korelasi positif antara sumber daya manusia berkualitas terhadap peran penting mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengendalian ekonomi.
Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi ekonomi terkini, tetapi juga menjadi panggung bagi pemikiran brilian dan solusi inovatif.
"Yang lahir dari kebersamaan kita semua," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang 1 Mei dorong kunjungan wisata Jogja naik hingga 25%. Okupansi hotel diprediksi tembus 80%.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.