Nuansa Kemerdekaan Hadir di Hari Ketiga Jogja Fashion Week 2024

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Minggu, 25 Agustus 2024 07:07 WIB
Nuansa Kemerdekaan Hadir di Hari Ketiga Jogja Fashion Week 2024

Gee Batik hadir dalam gelaran hari ketiga Jogja Fashion Show 2024, Sabtu (24/8/2024). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan

Harianjogja.com, BANTUL—Tampil di hadapan publik sendiri, desainer asal Jogja Sugeng Waskito menghadirkan 10 karya bernuansa Kemerdekaan Indonesia di ajang Jogja Fashion Week di JEC, Banguntapan, Bantul.

Berkolaborasi dengan Borobudur Silver, Sugeng dengan jenamanya Gee Batik menampilkan karyanya pada Sabtu (24/8/2024) malam. Para model menyuguhkan busana-busana yang didominasi warna merah di hadapan ratusan orang yang duduk di kursi penonton.

Sugeng menuturkan warna merah dihadirkan untuk menyesuaikan dengan nuansa yang ingin dibangun, yakni Kemerdekaan Indonesia, sejalan dengan bulan Agustus yang bertepatan dengan ulan tahun Indonesia.

"Tema yang saya usung adalah Abrit, yang dalam bahasa Jawa artinya merah. Seluruh karya-karya batik yang saya hadirkan di panggung JFW menggunakan kain sutra," paparnya, Sabtu malam.

Sugeng pun merasa bangga kali ini bisa mengikuti pergelaran JFW ke-19 paa 2024 ini. Bagi dia, JFW bisa menjadi ajang saling dukung para desainer untuk bisa terus berkarya dan menyuguhkan desain busananya di ajang nasional maupun internasional.

Desainer Ali Charisma, yang juga memamerkan karyanya pada hari ketiga JFW, Sabtu, menilai 19 tahun bukan sebuah perjalanan yang mudah bagi JFW untuk bisa terus bertahan sampai sekarang ini.

Ali yang pada September 2024 akan menampilkan karya busanya di ajang Paris Fashion Week, mengaku JFW perlu terus dijaga dengan segala keunggulan Jogja yang memiliki ciri khas seni budaya.

“Hal semacam ini yang mungkin bisa diangkat dalam gelaran JFW untuk tahun-tahun berikutnya. Apalagi, Jogja ini juga kuat dari sisi wastranya,” ungkap pemilik jenama Ali Charisma ini.

Di panggung JFW 2024, Ali menghadirkan 20 koleksi untuk laki-laki maupun perempuan. Dia menonjolkan gaya batik nitik yang dikonsep dengan proses pembuatan yang berkelanjutan, yang ramah lingkungan.

Model busana yang dihadirkan mengangkat nuansa spring summer 2025 mengingat karya itu pula yang akan dia hadirkan di ajang Paris Fashion Week pada September 2024 maupun peragaan busana di Moskow, Rusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online