Inflasi DIY Mei Naik Jadi 0,15 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan LPG
Inflasi DIY Mei 2026 mencapai 0,15% secara bulanan dan 2,77% tahunan. Kenaikan dipicu tarif angkutan udara, LPG, dan harga cabai.
Wisatawan berfoto di area Bangsal Mandolosono Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (6/6/2024)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut kunjungan wisata ke DIY disepanjang Agustus 2024 sudah cukup bagus meski memang tidak sebanyak Agustus tahun lalu.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan meski lebih rendah tapi selisihnya tidak terlalu lebar. Dia menjelaskan penurunan ini disebabkan beberapa faktor, termasuk semakin majunya wisata di negara kompetitor Indonesia.
Menurutnya belum lama ini ada berita bahwa wisata Indonesia disalip Vietnam. Peringkat pertama ada Thailand, disusul Malaysia, Singapura, dan Vietnam, baru Indonesia.
Oleh karena itu, mestinya dilakukan inovasi-inovasi untuk bisa berkompetisi di Asia Tenggara. Menurutnya perlu ada review skala nasional sebab pengaruhnya cukup besar. "Belum sebanyak Agustus tahun lalu, harapannya kan naik bukan di bawahnya," ucapnya, Rabu (28/8/2024).
Bobby mengatakan ada juga pergerakan yang menggeser leading sebelumnya dan kini diduduki Thailand. Sementara Singapura dari sisi kunjungan di peringkat 2 atau 3, tetapi di sana ada pergeseran produk. Lebih fokus pada kualitas daripada jumlah kunjungan.
Indonesia, kata Bobby, perlu review agar jangan sampai disalip lagi oleh negara tetangga, apabila tidak ada perubahan yang signifikan. Saat ini promosi belum semasif negara tetangga.
Lebih lanjut dia mengatakan, tren wisata di 2024 lebih ke deep experience, pleasure, wellness, hal-hal seperti ini belum diikuti di lapangan. Dengan adanya perubahan produk mestinya jadi dorongan bersama. "Iya pasti [harus ikut tren] kalau gak mau ditinggal."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Mei 2026 mencapai 0,15% secara bulanan dan 2,77% tahunan. Kenaikan dipicu tarif angkutan udara, LPG, dan harga cabai.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.