2.935 Atlet Ramaikan Taekwondo Gubernur Jateng Cup 2026
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Kegiatan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 tingkat SMA/SMK/MA sederajat./Istimewa
JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY menggelar Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang dibiayai oleh Dana Keistimewaan DIY. Sebanyak 39.856 pelajar DIY turut berpartisipasi dalam olimpiade ini.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memiliki ketugasan utama berkaitan dengan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan, khususnya berkaitan dengan objek kebudayaan bahasa di dalamnya ada tulisan dan lisan. Kegiatan olimpiade ini menjadi salah satu upaya pelestarian.
Dia menyampaikan bahasa dan aksara tidak lepas kaitannya dengan teknologi. Oleh karena itu inovasi-inovasi harus dilakukan. Olimpiade ini, kata Aris, di dalamnya ada sisi pendidikan, pemberdayaan, dan pelibatan komunitas. Sehingga ke depan diharapkan bisa menjadi ikon dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.
"Menjadi bagian dari cara kami memelihara dan mengembangan kebudayaan di DIY," ucapnya dalam acara talkshow Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital di Jogja TV, Senin (2/9/2024).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan Dikpora DIY juga memiliki tugas ikut menjaga dan melestarikan budaya DIY, termasuk di dalamnya bahasa dan aksara Jawa. Bahasa Jawa menjadi muatan lokal yang wajib diberikan kepada para siswa.
Menurutnya Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 menjadi salah satu perangsang bagi siswa untuk mengembangkan dan melatih kemampuan mereka dalam memahami Bahasa Jawa. Sekaligus memahami aksara Jawa. Di DIY Bahasa Jawa menjadi bahasa ibu, sehingga perlu dilestarikan agar tidak hilang.
"Tahun ini adalah pelaksanaan kedua dan ternyata peminatnya lebih tinggi. Mudah-mudahan Bahasa Jawa menjadi budaya keseharian kita," katanya.
Kepala Panitia Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa, Slamet Nugroho, mengatakan lomba diikuti sebanyak 39.856 peserta, kemudian disisihkan menjadi 50 peserta dari setiap kabupaten/kota. Lalu dari 50 peserta ini dilombakan dan diambil 1 peserta mewakili kabupaten/kota.
Sebagai penghargaan di setiap kabupaten/kota diambil juara 1,2, dan 3 serta diberikan sertifikat. Dia menjelaskan olimpiade ini dilaksanakan dengan sistem pengawasan yang ketat, sehingga dipastikan tidak ada kecurangan. "Kami harapkan anak-anak yang lolos olimpiade ini bisa menjadi duta bahasa, duta aksara, dan duta Bahasa Jawa," ungkapnya.
Beberapa kemampuan yang dinilai dalam olimpiade ini di antaranya kemampuan mengalihaksarakan Jawa ke latin dan dari latin ke Jawa. Kemudian pengetahuan tentang keistimewaan Jogja, tata letak Keraton beserta filosofinya, dan pengetahuan umum budaya Jogja.
"Pengetahuan tentang museum, tempat pariwisata, tentang makanan tradisional, jadi materi olimpiade," jelasnya.Ketua MGMP Bahasa Jawa, Sinar Indra Krisnawan menyampaikan bahasa dan aksara Jawa di DIY khususnya bagi pelajar agak sedikit dikesampingkan. Olimpiade ini menjadi kesempatan untuk mengangkat bahasa dan aksara Jawa.
Ia mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru pengampu Bahasa Jawa di seluruh DIY khususnya SMA/SMK/MA. Sehingga antusiasme pelajar dalam olimpiade ini sangat tinggi. "Ini tidak lepas dari dukungan Disdikpora, ada kurikulum muatan lokal wajib Bahasa Jawa." (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Harga cabai rawit merah di PIHPS Nasional mencapai Rp91.650 per kg pada Senin, sementara telur ayam ras dijual Rp29.500 per kg.
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
BPJPH mempercepat sertifikasi halal UMK melalui Program SEHATI untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan daya saing wisata halal Indonesia.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.