Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Kegiatan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 tingkat SMA/SMK/MA sederajat./Istimewa
JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY menggelar Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang dibiayai oleh Dana Keistimewaan DIY. Sebanyak 39.856 pelajar DIY turut berpartisipasi dalam olimpiade ini.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memiliki ketugasan utama berkaitan dengan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan, khususnya berkaitan dengan objek kebudayaan bahasa di dalamnya ada tulisan dan lisan. Kegiatan olimpiade ini menjadi salah satu upaya pelestarian.
Dia menyampaikan bahasa dan aksara tidak lepas kaitannya dengan teknologi. Oleh karena itu inovasi-inovasi harus dilakukan. Olimpiade ini, kata Aris, di dalamnya ada sisi pendidikan, pemberdayaan, dan pelibatan komunitas. Sehingga ke depan diharapkan bisa menjadi ikon dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.
"Menjadi bagian dari cara kami memelihara dan mengembangan kebudayaan di DIY," ucapnya dalam acara talkshow Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital di Jogja TV, Senin (2/9/2024).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan Dikpora DIY juga memiliki tugas ikut menjaga dan melestarikan budaya DIY, termasuk di dalamnya bahasa dan aksara Jawa. Bahasa Jawa menjadi muatan lokal yang wajib diberikan kepada para siswa.
Menurutnya Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #2 menjadi salah satu perangsang bagi siswa untuk mengembangkan dan melatih kemampuan mereka dalam memahami Bahasa Jawa. Sekaligus memahami aksara Jawa. Di DIY Bahasa Jawa menjadi bahasa ibu, sehingga perlu dilestarikan agar tidak hilang.
"Tahun ini adalah pelaksanaan kedua dan ternyata peminatnya lebih tinggi. Mudah-mudahan Bahasa Jawa menjadi budaya keseharian kita," katanya.
Kepala Panitia Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa, Slamet Nugroho, mengatakan lomba diikuti sebanyak 39.856 peserta, kemudian disisihkan menjadi 50 peserta dari setiap kabupaten/kota. Lalu dari 50 peserta ini dilombakan dan diambil 1 peserta mewakili kabupaten/kota.
Sebagai penghargaan di setiap kabupaten/kota diambil juara 1,2, dan 3 serta diberikan sertifikat. Dia menjelaskan olimpiade ini dilaksanakan dengan sistem pengawasan yang ketat, sehingga dipastikan tidak ada kecurangan. "Kami harapkan anak-anak yang lolos olimpiade ini bisa menjadi duta bahasa, duta aksara, dan duta Bahasa Jawa," ungkapnya.
Beberapa kemampuan yang dinilai dalam olimpiade ini di antaranya kemampuan mengalihaksarakan Jawa ke latin dan dari latin ke Jawa. Kemudian pengetahuan tentang keistimewaan Jogja, tata letak Keraton beserta filosofinya, dan pengetahuan umum budaya Jogja.
"Pengetahuan tentang museum, tempat pariwisata, tentang makanan tradisional, jadi materi olimpiade," jelasnya.Ketua MGMP Bahasa Jawa, Sinar Indra Krisnawan menyampaikan bahasa dan aksara Jawa di DIY khususnya bagi pelajar agak sedikit dikesampingkan. Olimpiade ini menjadi kesempatan untuk mengangkat bahasa dan aksara Jawa.
Ia mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru pengampu Bahasa Jawa di seluruh DIY khususnya SMA/SMK/MA. Sehingga antusiasme pelajar dalam olimpiade ini sangat tinggi. "Ini tidak lepas dari dukungan Disdikpora, ada kurikulum muatan lokal wajib Bahasa Jawa." (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Ijazah asli diminta perusahaan saat melamar kerja? Simak aturan Kemnaker tentang penahanan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
Banjir Thailand menewaskan 19 orang dan berdampak pada 700.000 warga Bangkok. Pemerintah menargetkan genangan surut dalam 2-3 hari.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.