Dana Desa 2026 Dikunci 58 Persen untuk KDMP, Ini Dampaknya
58 persen Dana Desa 2026 atau Rp34,57 triliun dikunci untuk KDMP. Pemerintah sebut lebih tepat sasaran, desa khawatir fleksibilitas menyusut.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan saran khusus ke pemerintahan presiden terpilih periode 2024—2029 Prabowo Subianto.
Menurut SBY, banyak tantangan yang harus dihadapi Prabowo untuk genjot perekonomian Indonesia ke depan. Oleh sebab itu, dia menyarankan agar Prabowo melakukan dua hal.
BACA JUGA: Daya Beli Menurun, Pengusaha Ritel Usulkan Adanya Stimulasi
"Pertama, kita membutuhkan visi yang jelas, kebijakan yang tepat, dan berwawasan ke depan dari pemimpin kita," ujar SBY dalam Bloomberg CEO Forum di Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2024).
Kedua, sambungnya, harus ada kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan sektor swasta. SBY ingin pemerintah membangun iklim investasi, kepastian hukum, regulasi, dan kebijakan yang lebih baik.
Dengan begitu, bisnis dapat tumbuh sehingga menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan setor lebih banyak pajak ke negara. Akhirnya, pemerintah akan lebih mudah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Membangun investasi, iklim, kebijakan ekonomi yang baik, dan kerangka hukum yang dapat diprediksi dan stabil, menurut saya, merupakan agenda yang belum selesai bagi pemerintah," jelas SBY.
Di samping itu, ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendorong pemerintah ke depan untuk perkuat hubungan dengan negara-negara Asean terkhusus dan dunia secara umum.
SBY menilai kerja sama regional akan meningkatkan perdagangan, investasi, dan konektivitas sehingga kekuatan kolektif Asean menjadi lebih kuat.
"Dalam percakapan konstruktif saya dengan Bapak Prabowo, saya memiliki keyakinan kuat bahwa pemerintahan berikutnya insya Allah akan dan dapat berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
58 persen Dana Desa 2026 atau Rp34,57 triliun dikunci untuk KDMP. Pemerintah sebut lebih tepat sasaran, desa khawatir fleksibilitas menyusut.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.