Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
--
Harianjogja.com, JOGJA— Peneliti Senior Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM sekaligus Direktur Pengembangan dan Pembinaan Kewirausahaan UII, Arif Wismadi mengatakan revitalisasi Kereta Api (KA) sebagai angkutan umum bukan hal yang mudah.
Dia menyebut, ibarat manusia KA di Jawa tahapannya telah melewati masa lahir, tumbuh, dan dewasa. Jiak tidak ada upaya mempertahankan, maka bisa ditinggal moda lain atau KA yang lebih modern. Menurutnya KA di lintas Selatan DIY masih menggeliat karena koneksi jalan tol belum tersambung.
"Jika sudah mungkin akan semakin tertekan karena kendaraan pribadi akan menjadi dominan kembali," ucapnya, Rabu (9/10/2024).
Menurutnya moda transportasi pesawat saat ini membantu mempertahankan demand KA, karena konektivitas tercepat ke kota dari bandara adalah KA. Ia menjelaskan KA cepat atau semi cepat yang lebih modern rencananya akan hadir di sepanjang pantai Utara karena lebih landai.
Oleh karena itu, menurutnya agar stasiun di Yogyakarta tetap menarik perlu berbenah, mempercantik, dan meningkatkan layanan. Arif mengatakan Stasiun Tugu merupakan salah satu bangunan heritage yang penataan harus hati-hati.
Ia mengatakan perubahan volume penumpang menuntut penyesuaian lebar peron agar mengacu Peraturan Menteri Perhubungan No. 29 Tahun 2011 (side platform 1,65 dan 2 m untuk platform) tidak bisa dilakukan karena berimplikasi pada konfigurasi kolom-kolom yang sudah dibangun sejak zaman Penjajahan Belanda.
"Melakukan rekonfigurasi emplasemen ke arah Timur sudah tidak memungkinkan karena adanya as Imajiner Kraton dan kondisi lahan. Pilihannya hanya ke arah Barat," tuturnya.
Stasiun lain di DIY yakni Lempuyangan menurutnya masih terhitung 'tipis' sehingga pengembangan membutuhkan pelebaran ke arah Selatan atau Utara. Hanya saja sisi Utara harus mengatur lagi konfigurasi untuk KA logistik.
BACA JUGA: Warga Kalasan Perlu Antisipasi Dampak Negatif Pembangunan Jalan Tol Jogja Solo
Lebih lanjut dia mengatakan penebalan di sisi Selatan bisa jadi opsi, namun terdapat implikasi perubahan arus lalu lintas. Jika dilakukan ada baiknya sekalian melakukan rekonfigurasi persimpangan sebidang di Timur dan Barat Lempuyangan.
"Sudah adanya flyover bisa mempermudah perubahan atau pemindahan aliran di persimpangan sebidang yang ada," ungkapnya.
Arif mengatakan alternatif lain adalah pengembangan lebih luas sebagai area Transit Oriented Development (TOD) ke arah Barat. Pengembangan TOD di area persimpangan sebidang bisa jadi opsi untuk pengaturan lalu lintas dan menggabungkan investasi pemerintah (infrastruktur) dan badan usaha (kawasan sociopreneur).
Yakni untuk memangkas housing backlog, dan membuka usaha kelompok sosial yang mungkin terusik dan terpinggirkan oleh program pembangunan perkotaan dengan pendekatan tradisional atau gusur dan pemberian ganti rugi.
"Pendekatan baru ini tidak mudah, tapi Jogja kan Istimewa, mengapa tidak?."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.