Baguna PDI Perjuangan Jogja Gelar Simulasi Bencana di Gajahwong
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Perwakilan N-Corp, Samsuardi (paling kiri) dan Restaurant Business Development, Chef Joko Ireng (tengah) dalam Bincang Swasana di Swasana by Temata, Sabtu (2/11/2024). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA— Swasana by Temata dan Furnice by Importa sub unit dari bisnis Nata Corporation (N-Corp) berkolaborasi menggelar Latar Swasana di Swasana by Temata Jalan Kaliurang km 9, Ngaglik, Sleman, 1-2 November 2024. Latar Swasana merupakan ajang menggabungkan cita rasa dan desain.
Furnicexperice menjadi pembuka Latar Swasana, dimana produk furnice di display untuk menarik atensi pengunjung, sekaligus mengenalkan produk furnice kepada customer Swasana by Temata. Pada hari kedua ini, Sabtu (2/11/2024) digelar Bincang Swasana bertajuk 'Dari Dapur ke Ruang Tamu' dan juga Live Cooking.
Perwakilan N-Corp, Samsuardi menyebut Latar Swasana akan menjadi program berkelanjutan oleh Swasana by Temata. Tujuannya untuk meningkatkan brand awareness dan membuka peluang baru bagi terbentuknya program kolaborasi. Acara ini dihadiri para customer Furnice dan Swasana by Temata. Diadakan juga konsultasi interior gratis dengan profesional di bidangnya.
Terkait bisnis furniture dia mengatakan akan terus berkembang dan dari sisi pasar masih sangat luas. Menurutnya Furnice mampu bertahan karena karena komitmen dan konsisten dalam menjalankan bisnisnya.
"Terhadap konsep, produk, dan fokus pada produk yang dituju," ucapnya dalam Bincang Swasana.
Lebih lanjut dia mengatakan bagi pebisnis pemula Food and Beverage (F&B) salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemilihan lokasi dan jenis furniture yang dipilih. Disesuaikan dengan konsep yang akan dibuat. Dia menyebut beberapa yang perlu dipertimbangkan seperti produk hingga ukuran ruangan.
"Sebaiknya pilih furniture yang sesuai dengan tema yang akan dipilih untuk restoran," tuturnya.
Restaurant Business Development, Chef Joko Ireng menjelaskan dari sudut pandang profesi perilaku pasar terus berubah. Kini bisnis F&B tidak hanya menjual makanan namun juga desain interior.
Ia menjelaskan bagi kelas menengah ke atas estetik menjadi unsur lain yang dinikmati. Sehingga harus hati-hati dalam memulai bisnis ini karena tidak hanya produk yang dipasarkan. Pemilihan lokasi juga menjadi hal lain yang dinilai.
"Di F&B saat ini orang gak hanya makanan tapi juga look. Interior bergerak lebih cepat berikan opsi-opsi model dengan berbagai konsep bisnis," jelasnya.
Joko menyebut kalau bisnis F&B mau sustain maka konsep dasarnya harus kuat. Salah satu tantangannya adalah merawat sistem yang dibuat. Perubahan pada bisnis F&B, kata Joko, mirip dengan bisnis fashion. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o