214 KDMP di DIY Beroperasi, Target 80 Persen Kalurahan pada 2026
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut DIY akan melahirkan 20.000 petani muda dari program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) Kementerian Pertanian (Kementan).
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, R. Hery Sulistio Hermawan menjelaskan 20.000 petani muda ini berasal dari dua kabupaten terpilih, yakni Sleman dan Gunungkidul masing-masing 10.000 petani.
Dia menjelaskan program ini akan dimulai pada 2025 mendatang, namun saat ini sudah proses penjaringan. Serta sosialisasi kepada pihak kalurahan, organisasi kemitraan sosial misalnya kelompok kambing perah, dan pihak lainnya.
"Dua kabupaten yang terpilih, Sleman dan Gunungkidul dimulai 2025," ucapnya, Jumat (15/11/2024).
DPKP DIY akan menginventarisasi kegiatan-kegiatan yang ada di desa sebelum merekrut. Menurutnya upaya penjaringan dilakukan lebih dini agar mereka sudah mulai bisa mengukur diri.
BACA JUGA: Petani Milenial di Bantul Diklaim Capai Ribuan Orang, Pemkab Dorong Pemanfaatan Teknologi
Nantinya petani muda yang terpilih akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Menurutnya bimbingan teknis bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada, apakah mau bertani holtikultura, tanamanan pangan, hingga peternakan.
Hery menjelaskan pertanian banyak macamnya dari komoditas pangan saja ada tanaman padi, kedelai, jagung, hingga ubi kayu. Hortikultura ada cabai, bawang merah, sayuran, buah-buahan. Di perkebunan ada kopi, coklat, mete, kelapa, dan di peternakan ada sapi perah, sapi potong, kambing perah, kambing potong, hingga unggas.
"Kami kan wakil pemerintah pusat, nah program itu melalui Polbangtan [politeknik pembangunan pertanian] sinergi dengan mereka," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan petani-petani muda yang lebih senior akan menjadi mentor, selain pendampingan dari DPKP DIY. Dari sisi pasar petani muda biasanya lebih tertarik dengan pasar online karena jangkauannya lebih luas. Misalnya untuk sayur dan buah-buahan.
Selain pelatihan dan pendampingan petani muda juga akan mendapatkan hibah. Nantinya setelah mereka sudah bisa mandiri akan dilepas. "Direkrut dididik setelah mahir ada bantuan, didampingi dan program bisa jalan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.