Harga Pertamax Naik, Pertamina Jamin Pasokan BBM Tetap Aman
Harga Pertamax naik per 10 Juni 2026. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi energi berjalan normal di seluruh SPBU.
Bahan pangan - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— DIY mencatatkan deflasi sebanyak 5 kali sepanjang 2024 yakni pada Januari 0,02%, Mei 0,08%, Juni 0,25%, Juli 0,03%, dan September 0,10% secara bulanan atau (month-to-month/mtm).
Menanggapi hal ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim menjelaskan ada 3 komponen utama penyebab inflasi, di antaranya core inflasi, volatile food, dan harga yang diatur pemerintah.
Menurutnya dari 3 komponen ini pergerakannya yang melambat cukup tajam adalah kelompok volatile food. Hal ini terjadi karena tahun lalu harga pangan sangat tinggi, dan tahun ini relatif turun karena panen hortikultura cukup banyak, sementara permintaan sama. Ia berpandangan ini lebih kearah normalisasi harga seperti periode-periode sebelumnya.
BACA JUGA: Selama Oktober 2024, BI Sebut Inflasi di DIY Terkendali
Dia menjelaskan pasokan yang lebih banyak daripada permintaan menyebabkan terjadinya penurunan harga. "Ini kalau dibalikkan ke tahun-tahun sebelumnya, memang ada normalisasi khususnya komponen volatile food seperti cabai bawang," ucapnya, Sabtu (16/11/2024).
Ibrahim menjelaskan dari sisi konsumsi dipengaruhi banyak faktor. Jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada Triwulan III 2024 justru capaian DIY lebih baik dari nasional dan tertinggi di Pulau Jawa yakni sebesar 5,05% (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan yang masih di atas 5% menandakan konsumsi masyarakat masih tumbuh. Ia menyebut walaupun terjadi perlambatan tidak sampai minus, esensinya adalah masih tumbuh.
Ia mengibaratkan misalnya pada triwulan ini ada peningkatan pendapatan Rp100.000 namun di triwulan sebelumnya ada penambahan pendapatan Rp150.000. Meskipun lebih rendah tapi masih tumbuh.
"Kalau bicara daya beli yang kami khawatirkan sampai minus," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, BI DIY sangat terbuka dengan berbagai masukan dari ekonom dan pihak-pihak lain yang memperhatikan kondisi ekonomi DIY. Masukan ini bisa menjadi pandangan untuk melihat faktor risiko dan menjadi input bagi BI DIY.
Sementara itu tugas dari otoritas baik di DIY dan nasional adalah memberikan insentif bagi dunia usaha. Sehingga tetap bisa bertumbuh. "Melihat potensi yang harus kami waspadai dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2024 cukup menggembirakan. Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari konstruksi, karena masih ada beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di DIY.
"Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Triwulan III mampu tumbuh 5,05%. Di antara Pulau Jawa, DIY tertinggi tumbuhnya, dan juga lebih tinggi dari nasional," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga Pertamax naik per 10 Juni 2026. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi energi berjalan normal di seluruh SPBU.
Tiket konser comeback BIGBANG ludes 22 menit. Tur dunia 2026–2027 termasuk Jakarta, menandai 20 tahun debut mereka.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.
Android 17 dikabarkan membawa fitur foldable gaming mode yang mengubah ponsel lipat menjadi konsol genggam dengan kontrol virtual.
Aljazair vs Austria imbang 1-1 di Grup J Piala Dunia 2026 membuat peluang Iran lolos ke 32 besar semakin terancam.
Argentina unggul 2-0 atas Yordania di babak pertama Piala Dunia 2026 meski tanpa Messi berkat gol Lo Celso dan Lautaro Martinez.