Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Pizza - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Gerai makanan cepat saji khas Amerika Serikat, KFC dan Pizza Hut berguguran di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah imbas dari boikot yang dilakukan masyarakat terhadap produk terafiliasi Israel.
Menyusul kinerja keuangan yang kian menipis, jumlah gerai KFC dan Pizza Hut di Indonesia terpantau terus berkurang.
Emiten pengelola gerai KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) saat ini hanya mengoperasikan 715 gerai restoran per 30 September 2024. Sebelumnya, emiten berkode saham FAST itu memililki 762 gerai pada akhir tahun lalu.
Sebanyak 47 gerai yang tutup itu pun menimbulkan konsekuensi terhadap efisiensi karyawan sebanyak 2.274 orang, yang tertulis dalam laporan keuangan.
Berdasarkan Laporan Keuangan, FAST mencatatkan rugi menjadi sebesar Rp557,08 miliar hingga kuartal III/2024 atau anjlok 266,45% dari rugi Rp152 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan pengelola KFC Indonesia yang sebesar Rp3,58 triliun hingga kuartal III/2024 juga mengalami penurunan 22,34% dibandingkan Rp4,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: Ini Manfaat Brokoli dan Saran Pengolahan Agar Nutrisi Tetap Terjaga
Sedangkan pengelola gerai PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) yang saat ini sudah ada di 36 provinsi di Indonesia turut mengalami tren penurunan gerai. Seiring dengan rugi yang membengkak dan penjualan merosot, jumlah gerai Pizza Hut di Indonesia kini mencapai 595 gerai, berkurang 17 gerai dalam kurun waktu setahun.
Boy Ardhitya Lukito selaku Direktur PZZA mengatakan ke depan perseroan memang tidak akan fokus ke ekspansi.
"Kami pelajari selama 2024 ini adalah meng-upgrade restoran-restoran kami yang ada yang mungkin umurnya sudah puluhan tahun dan ada beberapa outlet yang memang sudah out-dated atau ketinggalan desainnya," ujar Boy.
PZZA tercatat mengalami lonjakan rugi 148,25% yoy menjadi Rp96,71 miliar per kuartal III/2024. Penjualan neto PZZA juga turun 25,93% yoy menjadi Rp2,03 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Sebanyak 38 anggota Paskibraka DIY siap bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan Jogja.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.