Menkeu Berganti, Kepala BGN Buka Suara Nasib Anggaran Program MBG
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4/2020)./JIBI-Dok. Bank Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 November 2024.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19 dan 20 November 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (20/11/2024).
Dalam pengumuman suku bunga BI hari ini, bank sentral juga menetapkan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 5,25% dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,75%. Perry mengatakan keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Fokus kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak semakin tingginya ketidakpastian geopolitik dan perekonomian global dengan perkembangan politik di Amerika Serikat," ujar Perry.
Ke depan, BI akan terus memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan prospek inflasi serta perkembangan data dan dinamika kondisi yang berkembang, dalam mencermati ruang penurunan suku bunga kebijakan lebih lanjut.
Sebelumnya, konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg menunjukkan kecenderungan BI Rate akan ditahan 6% dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini, Rabu (20/11/2024).
BACA JUGA: BI Rate Tetap 6%, Bunga Cicilan Melonjak
Dari 36 ekonom, sembilan di antaranya atau 25% dari total ekonom masih meyakini BI Rate akan dipangkas 25 basis poin menjadi 5,75%. Tiga di antaranya sepakat bahwa pemangkasan ini demi mengerek pertumbuhan ekonomi.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk., Andry Asmoro memproyeksikan Bank Indonesia akan menahan suku bunga acuan atau BI Rate tetap di angka 6% demi menjaga stabilitas nilai tukar.
Terlebih, arah kebijakan Amerika Serikat (AS)—usai terpilihnya Donald Trump menjadi presiden pengganti Joe Biden—penuh ketidakpastian. "BI Rate flat karena tekanan terhadap rupiah dan ketidakpastian arah kebijakan AS dapat menimbulkan inflasi AS dan mendorong penguatan dolar AS," ujarnya, Selasa (19/11/2024).
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Hosianna Evalita Situmorang menilai bahwa menjelang akhir tahun, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%—sudah dipangkas dari target awal 5,2%—terancam tidak tercapai karena realisasi sepanjang tahun berjalan hingga kuartal III/2024 di angka 5,03%. "Melihat posisi cadangan devisa yang cukup banyak dan perkiraan ada potensi Fed rate cut setidaknya sekali lagi pada Desember 2024 nanti. Jadi ini waktu yang tepat untuk BI [menurunkan BI Rate]," ujarnya, Selasa (19/11/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.