Stok BBM Shell Sempat Kosong, Bahlil Sebut Aman
Stok BBM Shell sempat kosong di sejumlah daerah, ESDM pastikan pasokan aman meski izin impor 2026 masih dievaluasi.
Ilustrasi Garuda Indonesia./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas rencana merger dengan maskapai Pelita Air.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen GIAA menjelaskan bahwa rencana merger antara perseroan dan Pelita Air saat ini masih dalam tahap diskusi awal dengan pihak-pihak terkait utamanya Kementerian BUMN selaku pemegang saham. GIAA juga saat ini tengah dalam proses penyusunan kajian awal merger.
Kajian itu di antaranya terkait dengan upaya mengoptimalkan berbagai peluang sinergi bisnis guna memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara di Indonesia.
"Perseroan memandang positif dan akan mendukung penuh rencana merger tersebut, yang tentunya akan dilandasi dengan kajian yang komprehensif dan prudent terhadap outlook bisnis dan kinerja perseroan," tulis Manajemen GIAA di keterbukaan informasi pada Kamis (9/1/2025).
BACA JUGA: Erick: Merger Garuda dan Pelita Air Masuk Peta Jalan 6 Bulan
Sebelumnya, Kementerian BUMN merancang merger GIAA ke Injurney atau perusahaan holding PT Aviasi Pariwisata Indonesia. Rencana merger itu telah muncul sejak 2023. Namun, aksi korporasi itu tak kunjung terealisasi.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa rencana merger antara InJourney dan Garuda Indonesia masih dalam tahap kajian.
"Ya, semua perlu kajian, maunya sih [tahun] kemarin. Saya menutup beberapa perusahaan yang tidak sehat pun, maunya kemarin. Tetapi kan ada proses kajian, macam-macam yang harus kita lakukan," ujarnya.
Erick juga menjelaskan Kementerian BUMN kemudian menjajaki kemungkinan penggabungan antara tiga maskapai penerbangan pelat merah, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air milik Pertamina.
"Kemarin sepertinya ada pemikiran yang berbeda bahwa ekosistem penerbangan yang dilakukan penggabungan. Sekarang kita lagi menjajaki apakah Pelita, Citilink, dan Garuda menjadi sebuah payung. Nah ini yang kita lagi diskusikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Stok BBM Shell sempat kosong di sejumlah daerah, ESDM pastikan pasokan aman meski izin impor 2026 masih dievaluasi.
BMKG memprediksi pantai di Jogja cerah saat libur panjang 14 Mei 2026, sementara Kaliurang dan lereng Merapi berpotensi hujan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Kamis 14 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.