Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Masih Dipertanyakan
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Ilustrasi Garuda Indonesia./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas rencana merger dengan maskapai Pelita Air.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen GIAA menjelaskan bahwa rencana merger antara perseroan dan Pelita Air saat ini masih dalam tahap diskusi awal dengan pihak-pihak terkait utamanya Kementerian BUMN selaku pemegang saham. GIAA juga saat ini tengah dalam proses penyusunan kajian awal merger.
Kajian itu di antaranya terkait dengan upaya mengoptimalkan berbagai peluang sinergi bisnis guna memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara di Indonesia.
"Perseroan memandang positif dan akan mendukung penuh rencana merger tersebut, yang tentunya akan dilandasi dengan kajian yang komprehensif dan prudent terhadap outlook bisnis dan kinerja perseroan," tulis Manajemen GIAA di keterbukaan informasi pada Kamis (9/1/2025).
BACA JUGA: Erick: Merger Garuda dan Pelita Air Masuk Peta Jalan 6 Bulan
Sebelumnya, Kementerian BUMN merancang merger GIAA ke Injurney atau perusahaan holding PT Aviasi Pariwisata Indonesia. Rencana merger itu telah muncul sejak 2023. Namun, aksi korporasi itu tak kunjung terealisasi.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa rencana merger antara InJourney dan Garuda Indonesia masih dalam tahap kajian.
"Ya, semua perlu kajian, maunya sih [tahun] kemarin. Saya menutup beberapa perusahaan yang tidak sehat pun, maunya kemarin. Tetapi kan ada proses kajian, macam-macam yang harus kita lakukan," ujarnya.
Erick juga menjelaskan Kementerian BUMN kemudian menjajaki kemungkinan penggabungan antara tiga maskapai penerbangan pelat merah, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air milik Pertamina.
"Kemarin sepertinya ada pemikiran yang berbeda bahwa ekosistem penerbangan yang dilakukan penggabungan. Sekarang kita lagi menjajaki apakah Pelita, Citilink, dan Garuda menjadi sebuah payung. Nah ini yang kita lagi diskusikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco