Gala Dinner ICHC 2026, Momentum Klaten Kenalkan Potensi Daerah
Gala Dinner Pembukaan 35th International Cycling History Conference (ICHC) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin malam (18/5/2026).
Kepala BI Yk, Direktur Utama Bank BPD DIY dan jajaran Kantor Kemenag. DIY dalam acara bersama Program Penghimpunan ZIS.
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama DIY dan Bank BPD DIY Syariah meluncurkan aplikasi Bantu Masjid sebagai sarana untuk mempermudah donasi/infak secara nontunai atau cashless. Aplikasi ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY dan Kepala Perwakilan BI DIY pada bulan Agustus 2024.
Selain mempermudah masyarakat untuk berdonasi, aplikasi tersebut diharapkan juga dapat menjadi solusi atas maraknya kasus pencurian uang tunai di kotak infak masjid beberapa bulan terakhir menjadi keprihatinan kita bersama. Aplikasi diunduh melalui playstore dan dapat diinstal dengan mudah.
Hingga saat ini jumlah masjid yang telah memanfaatkan aplikasi tersebut terus bertambah. “Kami terus mendorong transaksi non-tunai tidak hanya untuk transaksi usaha, namun untuk kegiatan sosial dan keagamaan pun kami dorong. Ada sekitar 1.000 masjid yang sudah tergabung dalam aplikasi ini, segera terinput lagi sekitar 500 masjid lagi,” ungkap Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta, Nurhuda, S.Ag, MSI menyambut baik perkembangan aplikasi ini. Menurutnya aplikasi Bantu Masjid ini akan memudahkan masyarakat untuk menyalurkan dana dalam bentuk zakat atau infak atau bantuan lainnya.
BACA JUGA: Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Kulonprogo, Pihak Sekolah Dipanggil Dinas
“Kami terus melakukan kerja sama dan mendorong upaya-upaya peningkatan penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Shodaqoh) melalui saluran pembayaran yang resmi dapat dipertanggungjawabkan, mudah, cepat dan tepat sasaran,” kata Nurhuda.
Di sisi lain, Bank BPD DIY Syariah sebagai pengelola dana dari aplikasi Bantu Masjid tersebut juga terus meningkatkan jumlah masjid untuk memanfaatkannya.
“Progres bagus, yang bergabung dengan aplikasi Bantu Masjid semakin banyak. Bank BPD DIY akan terus mengawal proses digitalisasi donasi infak digital ini,” demikian disampaikan Santoso Rohmad, Direktur Utama Bank BPD DIY.
Bagi pengurus takmir masjid yang akan bergabung pada aplikasi ini, apabila ada kesulitan agar menghubungi Bank BPD DIY Syariah terdekat.
Ketiga pihak di atas berharap aplikasi Bantu Masjid ini menjadi alternatif pilihan bagi para pengelola masjid untuk menjamin keamanan dana dari para donatur dan terhindar dari upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan pembobolan dan pencurian kotak infak uang tunai di masjid. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gala Dinner Pembukaan 35th International Cycling History Conference (ICHC) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin malam (18/5/2026).
Cristian Chivu sukses membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.