PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Kepala BI Yk, Direktur Utama Bank BPD DIY dan jajaran Kantor Kemenag. DIY dalam acara bersama Program Penghimpunan ZIS.
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama DIY dan Bank BPD DIY Syariah meluncurkan aplikasi Bantu Masjid sebagai sarana untuk mempermudah donasi/infak secara nontunai atau cashless. Aplikasi ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY dan Kepala Perwakilan BI DIY pada bulan Agustus 2024.
Selain mempermudah masyarakat untuk berdonasi, aplikasi tersebut diharapkan juga dapat menjadi solusi atas maraknya kasus pencurian uang tunai di kotak infak masjid beberapa bulan terakhir menjadi keprihatinan kita bersama. Aplikasi diunduh melalui playstore dan dapat diinstal dengan mudah.
Hingga saat ini jumlah masjid yang telah memanfaatkan aplikasi tersebut terus bertambah. “Kami terus mendorong transaksi non-tunai tidak hanya untuk transaksi usaha, namun untuk kegiatan sosial dan keagamaan pun kami dorong. Ada sekitar 1.000 masjid yang sudah tergabung dalam aplikasi ini, segera terinput lagi sekitar 500 masjid lagi,” ungkap Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta, Nurhuda, S.Ag, MSI menyambut baik perkembangan aplikasi ini. Menurutnya aplikasi Bantu Masjid ini akan memudahkan masyarakat untuk menyalurkan dana dalam bentuk zakat atau infak atau bantuan lainnya.
BACA JUGA: Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Kulonprogo, Pihak Sekolah Dipanggil Dinas
“Kami terus melakukan kerja sama dan mendorong upaya-upaya peningkatan penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Shodaqoh) melalui saluran pembayaran yang resmi dapat dipertanggungjawabkan, mudah, cepat dan tepat sasaran,” kata Nurhuda.
Di sisi lain, Bank BPD DIY Syariah sebagai pengelola dana dari aplikasi Bantu Masjid tersebut juga terus meningkatkan jumlah masjid untuk memanfaatkannya.
“Progres bagus, yang bergabung dengan aplikasi Bantu Masjid semakin banyak. Bank BPD DIY akan terus mengawal proses digitalisasi donasi infak digital ini,” demikian disampaikan Santoso Rohmad, Direktur Utama Bank BPD DIY.
Bagi pengurus takmir masjid yang akan bergabung pada aplikasi ini, apabila ada kesulitan agar menghubungi Bank BPD DIY Syariah terdekat.
Ketiga pihak di atas berharap aplikasi Bantu Masjid ini menjadi alternatif pilihan bagi para pengelola masjid untuk menjamin keamanan dana dari para donatur dan terhindar dari upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan pembobolan dan pencurian kotak infak uang tunai di masjid. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.