Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang (KC) Yogyakarta menargetkan penyaluran kredit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di 2025 sebesar Rp60 miliar, naik sekitar 40% dibandingkan dengan 2024 sebesar Rp43 miliar. Target penyaluran kredit rumah MBR tahun ini cukup tinggi dalam rangka mendukung program 3 juta rumah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Branch Manager BTN Yogyakarta, Arjuna Putra Kinasih berharap melalui peningkatan ini semakin banyak masyarakat yang terakomodasi untuk punya rumah. Ia menjelaskan MBR yang bisa diakomodasi adalah dengan penghasilan maksimal Rp8 juta sudah menikah dan Rp7 juta belum menikah.
"Data kermain itu kami 273 unit dari total sekitar Rp43 miliar 2024, di 2025 target kami Rp60 miliar, mau naikkan 40% nan," ucapnya, Jumat (17/1/2025).
Dia menjelaskan penyaluran kredit rumah MBR tidak menyasar segmen tertentu. Siapa saja bisa, baik berprofesi sebagai wirausaha, ASN, TNI, Polri, BUMN, BUMD selama penghasilannya sesuai dengan ketentuan subsidi.
Menurutnya di DIY rumah subsidi masih tersedia di semua kabupaten, Kulonprogo, Bantul, Sleman, dan paling banyak Wonosari, Gunungkidul. Hanya saja di Kota Jogja tidak ada karena keterbatasan lahan.
"Asosiasi sampai saat ini paling banyak masih di Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI)," jelasnya.
Arjuna menjelaskan BTN tidak tebang pilih dalam menyalurkan rumah, siapa saja berkesempatan punya rumah. Baik masyarakat yang berwirausaha seperti UMKM selama bisa mengangsur 20-30 tahun akan diberikan kredit.
BACA JUGA: Jadwal Pelantikan Wali Kota Jogja Mundur, Ini Komentar Hasto Wardoyo
Lebih lanjut dia mengatakan, BTN punya keunggulan proses lebih cepat karena sudah mengusai pasar kredit perumahan baik subsidi dan non subsidi. "Kami tidak pilih-pilih asal mampu kami berikan kredit," tuturnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmennya mendukung program tiga juta rumah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Membuka luas kesempatan masyarakat untuk punya rumah, khususnya bagi MBR.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan bentuk dukungan yang telah dilakukan salah satunya menyampaikan surat kepada perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) agar bisa mendukung perluasan pembiayaan rumah bagi MBR. OJK memberikan ruang kepada LJK untuk mengambil kebijakan pemberian kredit berdasarkan penerapan manajemen risiko yang sesuai dengan risk appetite dan pertimbangan bisnis.
Dia menjelaskan program tiga juta rumah juga turut berperan dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan sektor perumahan dan konstruksi, yang juga penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
"Menyampaikan surat kepada perbankan dan LJK lainnya agar bisa mendukung perluasan pembiayaan rumah bagi MBR," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut koruptor dapat dijatuhi hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.