Layanan Imigrasi Yogyakarta, Urus Paspor Sambil Menikmati CFD
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
JALA bersama USSEC menggelar Shrimp Outlook 2025, pada 27 Februari di Hotel Marriott, Jogja. Penyelenggara mengajak para pemangku kepentingan untuk mendaftar dan turut serta berbagi pengetahuan dan mencari solusi bersama.
Harianjogja.com, JOGJA—Industri udang merupakan sektor penting dalam perikanan Indonesia. Lebih dari dua dekade Indonesia dikenal sebagai produsen udang utama di dunia, hingga kini Indonesia duduk dalam empat besar eksportir udang terbesar di dunia. Namun, tantangan dalam budi daya maupun persaingan di pasar global kian menantang.
JALA, perusahaan aquatech yang berfokus pada industri udang, bersama dengan U.S. Soybean Export Council (USSEC) menyelenggarakan Shrimp Outlook 2025 sebagai sarana mengulas kondisi industri udang Indonesia hingga persaingan di pasar dunia. Acara diselenggarakan di Hotel Marriott Yogyakarta pada tanggal 27 Februari 2025.
Mengulas Dinamika Budi Daya Udang Diperkaya dengan Pemikiran Global
Menghadirkan para ahli dan pelaku industri udang, tidak hanya dari Indonesia melainkan juga dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, Ekuador dan Thailand yang membahas mulai dari teknologi terbaru dalam budi daya udang, penanganan penyakit, hingga strategi pasar global yang bisa diterapkan di Indonesia.
Shrimp Outlook 2025 mengusung tema Memajukan Budi daya Udang Indonesia: Menghadapi Tantangan Lokal dengan Wawasan Global. Cakupan topik dan ahli yang dihadirkan harapannya membentuk beragam perspektif domestik dan global tentang kondisi dan cara menaklukan industri. Acara ini bertujuan untuk mencari solusi inovatif guna mengatasi tantangan utama yang dihadapi industri udang Indonesia.
“Kolaborasi adalah kunci. Melalui Shrimp Outlook 2025, kami ingin memperkuat sinergi antara petambak, pemerintah, dan pelaku industri global untuk menciptakan industri udang yang tangguh dan berkelanjutan.” ujar Chairman JALA, Aryo Wiryawan.
BACA JUGA: BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Akibat Siklon Tropis
Mendorong Inovasi untuk Industri Udang Berkelanjutan
JALA berkomitmen terhadap pertumbuhan industri udang yang berkelanjutan, solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan tambak udang terus dikembangkan. Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra global seperti USSEC, Shrimp Outlook 2025 akan menjadi ajang penting bagi kemajuan industri udang Indonesia.
“Acara ini akan menyajikan wawasan berbasis data mengenai performa budi daya udang, kondisi industri, pelajaran dari negara produsen udang global, serta wawasan dari pakar industri udang global dari berbagai bidang. Harapannya, acara ini menjadi sarana menuju transformasi dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan” tambah Aryo Wiryawan.
Aryo mengajak seluruh petambak udang, pelaku usaha, akademisi, sektor pemerintahan, serta pemangku kepentingan di industri udang untuk turut serta dalam Shrimp Outlook 2025. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi https://jala.tech/id/outlook atau hubungi 081325514194. Bersama membangun masa depan industri udang Indonesia yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.