Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Johanna (kanan), 25, salah satu mahasiswa WNA tengah membatik Pendopo Kridha Batik Manunggal Budaya Gadingan Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (20/1/2019). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mendorong pariwisata DIY dikembangkan ke wisata berbasis budaya lokal. Melalui paket-paket wisata dengan pengalaman budaya lokal, belanja dari wisatawan diharapkan bisa meningkat.
Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Wawan Harmawan mengatakan ini perlu dikerjakan secara komprehensif. Wisatawan menginap di suatu wilayah dengan suguhan budaya lokal dan juga UMKM yang menghasilkan produk dari daerah tersebut.
Ia mencontohkan misalnya di Kelurahan Keraton bisa disajikan budaya daerah tersebut. Lalu wisatawan diajak ngeteh di kampung Patehan. Disediakan spot foto dengan baju lokal.
"Otomatis pakai itu belanja akan banyak, yang penting sekarang bukan jumlah kunjungan, tapi spending money," tuturnya, Rabu (12/2/2025).
Lebih lanjut dia mengatakan Kadin DIY punya program pengembangan ekonomi berbasis kampung. Dalam menjalankan program ini universitas juga digandeng untuk mengembangkan ekonomi di kampung.
Menurutnya didalamnya ada aspek budaya, seni, dan UMKM juga dilibatkan. Sehingga semuanya saling terintegrasi. "Wisatawan datang kesana melihat lingkungan dengan budaya lokal UMKM lokal jadi kami integrated," ucapnya.
Sebelumnya, Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM), Destha Titi Raharjana mengatakan tren pariwisata DIY pada 2025 akan mengarah ke cultural immersion atau pengalaman budaya yang mendalam, health and wellness tourism, dan ecotourism atau wisata ramah lingkungan.
Kemudian aktivitas luar ruangan dan petualangan, liburan di tempat yang sejuk, serta digital nomad friendly destinations, artinya wisatawan sembari liburan tetap bisa bekerja dari jarak jauh. Menurutnya peluang untuk merespon tren pariwisata ini menjadi sebuah keniscayaan bagi DIY.
"Jika mencermati perkembangan global dan nasional, tentu saja sektor kepariwisataan di DIY akan terpengaruh," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.