Keraton Yogyakarta Buka Suara soal Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Johanna (kanan), 25, salah satu mahasiswa WNA tengah membatik Pendopo Kridha Batik Manunggal Budaya Gadingan Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (20/1/2019). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mendorong pariwisata DIY dikembangkan ke wisata berbasis budaya lokal. Melalui paket-paket wisata dengan pengalaman budaya lokal, belanja dari wisatawan diharapkan bisa meningkat.
Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Wawan Harmawan mengatakan ini perlu dikerjakan secara komprehensif. Wisatawan menginap di suatu wilayah dengan suguhan budaya lokal dan juga UMKM yang menghasilkan produk dari daerah tersebut.
Ia mencontohkan misalnya di Kelurahan Keraton bisa disajikan budaya daerah tersebut. Lalu wisatawan diajak ngeteh di kampung Patehan. Disediakan spot foto dengan baju lokal.
"Otomatis pakai itu belanja akan banyak, yang penting sekarang bukan jumlah kunjungan, tapi spending money," tuturnya, Rabu (12/2/2025).
Lebih lanjut dia mengatakan Kadin DIY punya program pengembangan ekonomi berbasis kampung. Dalam menjalankan program ini universitas juga digandeng untuk mengembangkan ekonomi di kampung.
Menurutnya didalamnya ada aspek budaya, seni, dan UMKM juga dilibatkan. Sehingga semuanya saling terintegrasi. "Wisatawan datang kesana melihat lingkungan dengan budaya lokal UMKM lokal jadi kami integrated," ucapnya.
Sebelumnya, Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM), Destha Titi Raharjana mengatakan tren pariwisata DIY pada 2025 akan mengarah ke cultural immersion atau pengalaman budaya yang mendalam, health and wellness tourism, dan ecotourism atau wisata ramah lingkungan.
Kemudian aktivitas luar ruangan dan petualangan, liburan di tempat yang sejuk, serta digital nomad friendly destinations, artinya wisatawan sembari liburan tetap bisa bekerja dari jarak jauh. Menurutnya peluang untuk merespon tren pariwisata ini menjadi sebuah keniscayaan bagi DIY.
"Jika mencermati perkembangan global dan nasional, tentu saja sektor kepariwisataan di DIY akan terpengaruh," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.