Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Ilustrasi meteran listrik - ist/PLN
Harianjogja.com, JOGJA—Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsad Ade Irawan menyebut diskon tarif listrik 50% selama dua bulan pada Januari dan Februari 2025 terlalu singkat. Menurutnya kebijakan ini seperti solusi setengah hati.
Ia mengatakan jangka waktunya terlalu singkat untuk memberikan dampak nyata di tengah biaya kebutuhan hidup terus meningkat. Irsad menyebut kebijakan ini tidak menyelesaikan masalah struktural seperti rendahnya upah dan mahalnya biaya transportasi.
"Sehingga setelah subsidi berakhir, buruh kembali harus menanggung biaya penuh tanpa adanya peningkatan kesejahteraan," katanya, Jumat (21/2/2025).
Lebih lanjut dia menyampaikan biaya hidup saat ini sudah tinggi, termasuk kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan. Masalah ini dia sebut tidak rampung dengan subsidi listrik jangka pendek.
Irsad mengatakan dari sisi psikologis kebijakan ini bisa menimbulkan harapan semu. Berujung pada kekecewaan saat subsidi dihentikan tanpa solusi berkelanjutan.
BACA JUGA: Soal Retreat di Magelang, Wali Kota Jogja Hasto Tunggu Hasil Koordinasi PDIP
"Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif, seperti peningkatan upah minimum dan subsidi perumahan buruh," katanya.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengatakan mestinya diskon tarif listrik ini berlaku selama enam bulan. Jika hanya dua bulan dampak ke peningkatan daya beli masyarakat kurang maksimal.
Dia menjelaskan diskon tarif listrik dua bulan asumsinya pendapatan masyarakat meningkat setelah dua bulan. Akan tetapi ia ragu jika pendapatan masyarakat akan meningkat setelah dua bulan. "Kalau dua bulan kurang punya dampak terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah," ucapnya.
Fahmy mengatakan dengan adanya diskon ini tidak serta merta menjadikan masyarakat lebih konsumtif membeli token listrik. Kemampuan belinya terbatas tidak mungkin sebagian besar pendapatannya digunakan untuk membeli listrik.
"Menengah ke bawah itu kan penghasilannya terbatas, kalau borong token listrik korbankan pengeluaran lain. Kalau naik tapi tidak terlalu signifikan," jelasnya.
Diskon tarif listrik 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Menurutnya ini mencerminkan kelas menengah ke bawah, paling bawah di 450 VA dan 900 VA dan 2.200 VA kelas menengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.