Gagal Menang Lawan Verona, Inter Milan Tetap Juara Liga Italia
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memengaruhi kebijakan perekonomian global. Hal ini diutarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
“Sebagai salah satu contohnya adalah bagaimana tarif yang dikenakan kepada Meksiko dan juga Kanada dan juga China ini akan berpotensi berdampak kepada perekonomian Amerika Serikat itu sendiri. (Ini) berpotensi adanya inflasi, berpotensi ada penurunan dari daya beli masyarakatnya, ketidakpastian iklim bisnis dengan adanya hambatan perdagangan di masa depan, dan juga tarif balasan dari mitra dagang.” ucap Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian PPN/Bappenas Laksmi Kusumawati dalam Seminar Nasional: Outlook Hukum dan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Sejak hari pertama menjabat sebagai Presiden AS, Trump menyetujui perintah eksekutif untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen kepada Meksiko dan Kanada yang mulai efektif pada awal Februari 2025, yang kemudian diundur menjadi awal Maret 2025.
Trump turut memberikan tarif sebesar 10 persen bagi seluruh barang impor dari Negeri Paman Sam ke China. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi untuk perekonomian AS sendiri maupun dunia.
Pengenaan tarif berpotensi meningkatkan inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) sebesar 0,6 persen pada tahun 2026, lalu dapat menurunkan daya beli masyarakat seiring kenaikan harga barang maupun jasa dan penurunan upah riil.
Kemudian juga bisa menyebabkan ketidakpastian iklim bisnis terkait hambatan perdagangan di masa mendatang, sehingga mempengaruhi Return of Investment (ROI), terutama sektor bisnis yang mengandalkan barang impor.
Terakhir, kebijakan tarif AS berpeluang menimbulkan tarif balasan bagi mitra perdagangan Internasional AS, sehingga bisa menurunkan daya saing produk ekspor AS.
“Apabila kami lihat dari perekonomian dunia, dengan adanya kebijakan dari Presiden Trump ini, maka Meksiko pun dengan pengenaan tarif 25 persen ini juga akan bisa mendorong potensi Meksiko mengalami perekonomian yang menurun (karena peningkatan biaya produksi perusahaan Meksiko, khususnya di bidang manufaktur), namun juga akan melakukan balasan kepada Amerika Serikat. Demikian pula dengan Kanada, potensi ini akan juga melakukan adanya balasan dan ini akan mengganggu kinerja perekonomian baik di Amerika Serikat, Kanada, ataupun global,” ungkap Laksmi.
Sama halnya seperti negara lain yang dikenakan tarif, China berpotensi melakukan balasan berupa pengenaan tarif pada komoditas ekspor pertanian AS, sehingga memunculkan perang dagang. Bagi negara lain di dunia, pengenaan tarif dari Trump bisa mengganggu kinerja perdagangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.