Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi kamar hotel./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo menyebut Ramadan ini lesu akibat daya beli masyarakat turun. Kondisi ini tengah disiasati agar sektor industri ini tetap eksis degan bikin paket buka puasa minimalis yang terjangkau masyarakat luas.
Ketua PHRI Kulonprogo, Mantoyo menjelaskan pada Jumat (28/2/2025) bahwa lesunya bulan puasa ini terlihat dengan rendahnya reservasi buka puasa di awal Ramadan. Bahkan dia menyebut sulit untuk melampaui target reservasi bulan puasa tahun lalu.
Mantoyo menyebut reservasi buka puasa bersama pada 2024 silam cukup baik dan tinggi. Terlihat dari banyaknya masyarakat luar Kulonprogo yang melakukan buka bersama di berbagai hotel dan restoran di Bumi Binangun. “Bahkan banyak yang dari Purworejo, Kebumen, dan Magelang kalau tahun lalu itu, sekarang saja masih sepi reservasi,” jelasnya.
Lesunya Ramadan ini disikapi hotel dan restoran dengan banyak membuat paket buka puasa yang minimalis supaya lebih menarik karena harganya terjangkau masyarakat. “Koordinasi kami dengan anggota PHRI di Kulonprogo ini disiasati dengan paket buka puasa yang terjangkau,” ungkapnya.
Meskipun lebih minimalis, jelas Mantoyo, kualitas paket buka bersama dijamin menarik dan menghidangkan kuliner terbaik. “Cara ini kami andalkan agar tetap eksis apalagi jelas ini low season untuk okupansi kamar hotel,” papar Mantoyo.
Pemilik sebuah restoran di Kapanewon Temon ini juga berharap Pemkab Kulonprogo dapat menstimulasi industri hotel dan restoran pada Ramadan ini. “Pemangkasan anggaran di lingkungan pemerintah sangat mengganggu kami karena selama ini jadi andalan kami, sehingga apa yang sudah dianggarkan bisa direalisasikan saat Ramadan ini,” terangnya.
Realisasi belanja Pemkab Kulonprogo ke hotel dan restoran meskipun terdampak anggaran, lanjut Mantoyo, masih ada yang bisa direalisasikan. “Realisasi belanja saat Ramadan ini akan sangat membantu kami, selanjutnya setelah lebaran biasanya sudah mulai masuk high season.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.