Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Dalam acara yang dilaksanakan pada Kamis (13/3/2025) di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, PLN memberikan paket sembako murah pada masyarakat.
SEMARANG—Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, PLN mengadakan program Terang Berkah Ramadan yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam acara yang dilaksanakan pada Kamis (13/3/2025) di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, PLN memberikan paket sembako murah pada masyarakat.
Berkolaborasi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) perwakilan Jawa Tengah, PLN melalui program Terang Berkah Ramadan ini menyediakan 1.000 paket sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu serta tenaga alih daya PLN Group di Kota Semarang.
Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok masyarakat meliputi lima kilogram beras premium, satu kilogram gula, dan satu liter minyak goreng ini dijual dengan harga khusus sebesar Rp50.000 per paket.
General Manager PLN UID) Jawa Tengah dan DIY, Sugeng Widodo saat ditemui di Kantornya Selasa (18/3) mengungkapkan, sebagai perusahaan yang memiliki peran strategis dalam menyediakan energi listrik bagi masyarakat, PLN berkomitmen untuk tidak hanya memastikan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta dukungan terhadap mereka yang membutuhkan, khususnya di bulan yang penuh berkah ini,” tutur Sugeng.
Dwi Noviyanti, salah satu penerima manfaat paket sembako murah dari Kelurahan Karangrejo, Semarang, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh PLN.
“Terima kasih PLN, dengan adanya sembako murah ini kami masyarakat sangat terbantu dan program ini bermanfaat sekali untuk kami masyarakat,” jelas Dwi.
Sugeng menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendorong peningkatan akses listrik melalui pemasangan baru dan penambahan daya di berbagai fasilitas umum.
“Hasil dari penjualan paket sembako ini tidak digunakan untuk kepentingan komersial, melainkan dialokasikan sepenuhnya untuk bantuan biaya pemasangan baru dan penambahan daya listrik gratis di berbagai fasilitas umum masyarakat, seperti sekolah, pondok pesantren, puskesmas, posyandu, rumah ibadah, dan panti sosial,” jelas Sugeng.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Terapkan WFA Sejak H-7 Lebaran 2025, Jamin Pelayanan Tak Terganggu
Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan dan saling berbagi. Dengan adanya program ini, PLN berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan dan mitra kerja.
Melalui program ini, PLN berharap dapat menghadirkan keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat di bulan Ramadan, sekaligus memperkuat peran listrik sebagai pendorong kesejahteraan dan kemajuan bersama.
PLN mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Ke depan program-program seperti ini akan lebih digalakkan lagu untuk memberikan dampak lebih kepada masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.