Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ilustrasi perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat./JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA-Pemerintah akan membangun 70.000 rumah subsidi untuk tenaga kesehatan (nakes), guru, dan nelayan tahun ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara merinci, rumah subsidi itu terdiri dari 30.000 unit untuk nakes, 20.000 unit untuk guru, dan 20.000 untuk nelayan.
Menurutnya, hal ini atas arahan Presiden Prabowo Subianto. "Jadi kita juga didukung oleh pak Prabowo, Pak Dasco [wakil ketua DPR RI], dan Gubernur BI [Perry Warjiyo], bagaimana dari relaksasi kebijakan BI kita juga mendapatkan support dana yang besar untuk membangun perumahan," kata Ara sapaan akrabnya saat berkunjung ke kediaman Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).
BACA JUGA : Didampingi Mbak Titik dan Didit, Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri
Sebelumnya, BI baru saja menambah besaran insentif kebijakan likuiditas makroprudensial alias KLM, yang awalnya 4% menjadi 5%, terkhusus sektor perumahan dari dana pihak ketiga perbankan mulai 1 April 2025. Nantinya, insentif KLM khusus sektor perumahan dinaikkan secara bertahap dari rencana awal Rp23 triliun menjadi Rp80 triliun.
Ara pun mengatakan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi didukung oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Namun, dirinya tak menutup kemungkinan untuk melibatkan bank lain.
Lebih lanjut, Ara juga mengatakan pihaknya juga akan membangun 1.000 unit rumah subsidi bagi pekerja media, khususnya jurnalis. "Nanti kita bikin pertemuan dengan wartawan, saya alokasikan 1.000 rumah subsidi buat wartawan," katanya.
Ia menuturkan saat ini pihaknya masih mencari pengembang atau developer yang mumpuni untuk menggarap proyek tersebut. Ara menekankan, meski rumah subsidi kualitasnya harus tetap menjadi perhatian. Ara mengatakan kelak rumah subsidi itu akan berlokasi di Bogor atau Banten.
Menurutnya, rumah subsidi tidak bisa dibangun di Jakarta. "Biasanya kan kalau rumah subsidi tidak di Jakarta, di luar Jakarta, tapi harus pilih pengembang yang bagus supaya rakyatnya jangan kecewa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis com
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.