Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog mengejar target serapan beras setara musim panen raya yaitu 3 juta ton. Saat ini, Bulog baru menyerap 1,3 juta ton setara beras.
Sekretaris Perusahaan Bulog Arwakhudin Widiarso mengatakan pihaknya melalui tim jemput gabah Bulog berkolaborasi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa), penyuluh pertanian, dan para mitra Bulog untuk langsung bisa mengambil gabah dari petani.
“Pada intinya target 3 juta ton berusaha dipenuhi oleh Bulog di musim panen raya ini,” kata pria yang akrab disapa Wiwiet kepada Bisnis.com jaringan Harianjogja.com, Minggu (20/4/2025).
Wiwiet mengungkap sampai hari ini, Minggu (20/4/2025), serapan Bulog mencapai 1,3 juta ton setara beras.
Tercatat, serapan yang paling besar adalah dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP), yakni sejumlah 1,6 juta ton GKP atau sekitar 800.000 ton setara beras. Sisanya, sebanyak 500.000 ton penyerapan dalam bentuk beras.
“Dengan penyerapan 1,6 juta ton GKP ini menunjukkan bahwa Bulog benar-benar serius turun menjemput gabah ke petani,” ujarnya.
Wiwiet mengeklaim bahwa penyerapan dalam bentuk gabah saat ini merupakan penyerapan terbesar selama Bulog berdiri.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa saat ini, secara umum panen masih berlangsung di banyak tempat.
BACA JUGA: Anggur Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Adapun, untuk mengantisipasi kondisi panen raya, Wiwiet mengatakan bahwa Bulog bekerja sama dengan BUMN lain, paramitra penggilingan, TNI, dan pihak lain untuk dapat menyediakan gudang dengan sistem pinjam pakai mau pun sewa.
“Sehingga Bulog dapat terus menampung hasil panen petani,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan total produksi beras Indonesia akan melimpah dan mencapai 16,62 juta ton beras sepanjang Januari—Mei 2025.
Produksi beras diperkirakan naik 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh 14,78 juta ton beras. Dengan begitu, produksi beras Indonesia akan bertambah 1,83 juta ton.
Sepanjang Maret—Mei 2025, BPS memperkirakan produksi beras akan mencapai 13,14 juta ton. Produksinya naik 0,62 juta ton atau 4,96% dibandingkan Maret—Mei 2024. Namun, angka produksi beras pada periode Maret—Mei 2025 merupakan angka potensi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar untuk mendorong budaya membaca dan perubahan positif di masyarakat.