Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Kondisi arus lalu lintas di Jalan Malioboro. /Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut rombongan study tour sudah mulai masuk ke DIY sejak April 2025. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan rombongan study tour berasal dari Jawa Timur (Jatim), Bali, dan Lampung.
Ia menjelaskan rombongan study tour ini cukup mengisi okupansi hotel bulan lalu, sehingga lebih tinggi dari Maret 2025. Menurutnya puncak rombongan study tour akan terjadi pada Juni 2025 mendatang.
"[larangan study tour] jelas [pengaruh] kami sudah lelah mengeluh saatnya kami bersemangat cari pangsa pasar dan bertahan dengan cara lain, inovasi produk dan lainnya," kata Deddy, Sabtu (17/5/2025).
Menurutnya rombongan anak sekolah dari Jabar dan DKI Jakarta masih ada, namun yang menyelenggarakan adalah keluarga besar komite sekolah, bukan sekolah. Muridnya didampingi wali murid masing-masing. Komitmennya mengadakan piknik bersama dengan anak-anaknya.
"Tidak sekolah lho ya, tapi komite sekolah yang mengadakan. Kami pengen menerobos pangsa pasar lain dan daerah lain," ujarnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan meskipun rombongan study tour sudah mulai ada namun persentasenya masih sangat sedikit. Rombongan berasal dari daerah-daerah yang tidak melakukan pelarangan, terdekat dari Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Puncaknya akan terjadi pada Juni hingga Juli 2025.
Menurutnya destinasi yang diminati berkaitan dengan budaya dan alam misalnya museum, pantai dan desa wisata. Ia menyebut larangan study tour dampaknya cukup signifikan untuk destinasi bersegmen pelajar.
Untuk mengatasi hal ini, kata Bobby, promosi perlu menyasar ke daerah-daerah terdekat yang tidak melakukan kebijakan pelarangan. "Tentunya mulai membuka pasar-pasar baru di luar study tour," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.