BULOG Masifkan Penyaluran Bantuan Pangan Beras Sejumlah 3.118 Ton, Jamin Akses Pangan
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Foto ilustrasi petani tebu. - Antara
JOGJA—Harapan baru muncul di kalangan warga Jogja seiring rencana hadirnya bahan bakar ramah lingkungan yang digadang-gadang bakal membantu mengurangi polusi. Tak hanya dinilai membawa manfaat bagi lingkungan, warga juga penasaran dengan inovasi baru ini, yang disebut-sebut menggunakan bahan dasar dari tanaman tebu.
“Bagus kalau ada bahan bakar yang bisa membantu mengurangi potensi polusi. Itu masalah yang sangat signifikan sekarang,” ujar Dimas Septian, 29, pengusaha UMKM asal Jogja, Sabtu (31/5/2025).
Ia baru mengetahui bahwa tebu, yang selama ini dikenal sebagai bahan baku gula, ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar ramah lingkungan.
Tanggapan serupa disampaikan, Nova Ramadhani, 25, karyawan swasta, yang mengaku mendukung penuh inovasi ini. Menurutnya, semakin banyak pengendara yang beralih ke bahan bakar ramah lingkungan, semakin besar pula dampaknya bagi kualitas udara.
“Karena ini tidak sepenuhnya mengandalkan fosil, jadi inovasi ini patut dicoba. Semoga Pertamina konsisten memproduksi bahan bakar seperti ini,” katanya.
Yang tengah dinantikan warga adalah peluncuran Pertamax Green 95, BBM baru berbasis bioetanol dari tebu dengan campuran 5% dan 95% bahan fosil. Produk ini dijadwalkan hadir di DIY dan Jawa Tengah mulai Kamis (5/6/2025) mendatang, menggunakan bahan baku dari petani lokal.
Dimas berharap distribusinya nanti bisa luas dan harganya tetap terjangkau. “Kalau bisa diakses seluruh kalangan, bukan cuma untuk segmen tertentu, itu akan lebih baik,” ujarnya.
Hana Faizah, 22, mahasiswi UPN Veteran Jogja, juga menyebut kehadiran Pertamax Green 95 sebagai langkah maju untuk inovasi energi ramah lingkungan di Indonesia.
“Kalau semakin banyak masyarakat yang pakai, polusi bisa berkurang. Isu lingkungan ini memang harus jadi perhatian semua pihak,” tuturnya.
Tak hanya berdampak bagi lingkungan, pelibatan petani lokal juga menuai apresiasi. Nova berharap, keterlibatan ini bisa ikut meningkatkan kesejahteraan mereka. Warga pun optimistis bahwa inovasi semacam ini bisa menjadi salah satu solusi nyata menghadapi persoalan lingkungan yang makin mendesak. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.