Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Wisata di kawasan sumbu filosofis Jogja bisa menggunakan Bus Jogja Heritage Track melewati Jalan Malioboro./visitingjogja\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Meski sudah memasuki musim libur sekolah namun sampai saat ini pergerakan kunjungan study tour ke DIY masih belum signifikan.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardianto mengatakan hal ini disebabkan karena masih adanya larangan di beberapa daerah.
Menurutnya peningkatan kunjungan sudah mulai ada, namun belum sesuai dengan harapan. Baru sekitar 20%-30% dari 100% market study tour, sehingga belum terlihat signifikan. Lebih rendah jika dibandingkan tahun lalu pada musim libur sekolah dengan capaian di atas 50%.
"Kalau pergerakan positifnya ada tetapi belum sesuai harapan, artinya belum signifikan," ucapnya, Jumat (20/6/2025).
Ia mengatakan masih ada potensi untuk mencapai setidaknya di 50%. Untuk menggarap market ini menurutnya perlu inovasi lain.
Meski ada larangan study tour, Bobby menjelaskan kesempatan masih cukup terbuka dengan menggelar acara sendiri dengan komite sekolah, khususnya sekolah swasta. Akan tetapi kembali lagi ke komite sekolah, apakah berani mengambil hal tersebut atau tidak.
"Kalau study tour kembali lagi sih ke regulasi pemerintah daerah masing-masing. Sebelum mereka memberikan keleluasaan itu juga sedikit sulit," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan larangan study tour dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta ditambah adanya efisiensi menjadi penanda dunia pariwisata sedang sangat tidak baik-baik saja.
Ia mengatakan dua kondisi ini bisa dipastikan akan berdampak pada turunnya pendapatan hotel dan restoran di DIY pada 2025 ini. Menyiasati larangan study tour PHRI DIY mencoba melakukan promosi ke daerah baru yang lebih potensial.
"Langkah kami saat ini lebih fokus promosi ke lain daerah yang masih potensial yaitu Jawa Timur,Bali, Lampung, Kaltim," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Film Ketok Mejik tayang 13 Agustus 2026. Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto bintangi komedi horor tentang bengkel terbelit utang dan palu sakti. Cek si
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
MotoGP Aragon 2026 digelar 28-30 Agustus. Veda Ega Pratama datang dengan modal finis P9 di Silverstone. Simak jadwal lengkap dan prediksi persaingan Moto3 di si
Google Gemini resmi tembus 1 miliar pengguna aktif bulanan, menjadi produk tercepat dalam sejarah perusahaan. 63% pengguna bicara langsung dengan AI. Simak pers