Pembiayaan UMKM DIY Diminta Fokus ke Usaha Produktif dan Prospektif
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat rata-rata okupansi hotel DIY pada periode 20-25 Juni 2025 mencapai 45% di mana Kota Jogja dan Kabupaten Sleman paling tinggi mencapai 60%. Sementara reservasi saat libur sekolah dari 26 Juni-27 Juli rata-rata baru mencapai 38%.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eriyanto mengatakan target PHRI DIY adalah 70%, sehingga di awal Juli 2025 diharapkan reservasi bisa meningkat. Menurutnya dulu di musim libur sekolah banyak rombongan bus yang datang, namun sekarang bergeser ke rombongan keluarga.
Menurutnya meski ada larangan study tour masih ada juga kunjungan dari anak sekolah di mana penyelenggaranya adalah komite. Mereka datang tanpa menyebutkan sekolah dari mana.
"Sekarang kan trennya walk in guest. Target kami 70 persen semoga saja berhasil nantinya," ujar Deddy, Selasa (24/6/2025).
Dia menjelaskan capaian tahun lalu adalah 60% selama satu bulan didominasi rombongan sekolah. Di musim libur sekolah rombongan paling banyak berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dari luar Jawa adalah Makassar dan Bali.
Selain dari rombongan sekolah menurunya reservasi hotel bulan ini juga berasal dari wisatawan mancanegara (Wisman). Deddy menyebut larangan study tour dan konflik di Timur Tengah cukup mempengaruhi reservasi di musim liburan kali ini.
BACA JUGA: Bupati Sleman Beri Lampu Hijau PSIM Jogja Berkandang di Stadion Maguwoharjo, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Laskar Mataram
"[Sebesar] 38 [persen] itu gak hanya study tour tapi inbound juga turun. Semoga awal Juli ada reservasi baru dari tanggal 26 besok itu," harapnya.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyampaikan kunjungan study tour jika dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan sekitar 30%-40%, sebelum ada larangan study tour. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan saat ini beberapa daerah sudah mulai membuka larangan study tour.
Menurutnya kunjungan study tour paling tinggi adalah daerah-daerah yang memiliki konektivitas dengan jalan tol. Sebab hal ini cukup membantu dalam hal budgeting. "Meskipun beberapa daerah sekarang sudah mulai membuka itu, dari tahun lalu bisa 30-40% selisihnya," kata Bobby.
Ia menjelaskan saat ini sudah mulai ada peningkatan, namun belum sesuai harapan. Sekitar 20%-30% dari 100% market study tour. "Pergerakan positifnya ada tetapi belum sesuai harapan, belum signifikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.