DPR Bahas RUU Perampasan Aset di Tengah Demo 27 Agustus
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mulai memproduksi kedelai dan bawang putih guna menekan importasi komoditas tersebut secara bertahap. Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti.
"Kedelai sudah mulai (produksi). Jadi ada beberapa komoditi setahu saya itu bawang putih sama kedelai juga untuk mengurangi impor," kata Nani dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (27/6/2025).
Nani menyebut produksi kedelai sudah berjalan dan pemerintah juga telah menetapkan target-target awal, meski belum dalam skala luas, sebagai tahap awal untuk mendorong kemandirian pangan nasional.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa komoditas bawang putih juga menjadi fokus karena 95 persen kebutuhan domestik masih dipenuhi dari impor, sehingga kini pemerintah mulai mengintervensi masalah ketersediaan benih di beberapa wilayah potensial.
"Kendalanya itu karena kan bawang putih juga isunya itu ya, dia impornya betul di atas 90 persen, ada sekitar 95 persen. Nah itu isunya nggak ada bibitnya, jadi disiapkan," ujarnya.
Beberapa daerah seperti Sumatra Utara dan wilayah di Jawa disebut menjadi lokasi awal pengembangan produksi bawang putih, meski dia tidak menyebutkan secara detail lokasi penanam komoditas itu.
"Nah saya kalau dimana wilayah produksi kedelai saya lupa ya, kalau bawang putih yang saya ingat ada di Sumatera Utara, ada dua tempat, lalu di Jawa gitu," beber Nani.
"Tapi tergantung potensinya, saya kalau spasialnya belum terlalu ingat. Tapi itu (produksi kedelai dan bawang putih) sudah mulai. Nanti dikejar aja ke Kementerian Pertanian biar datanya akurat," katanya pula.
Pemerintah berharap intervensi ini tidak hanya menekan impor, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi nasional, mendorong keterlibatan petani lokal, serta memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan berbasis komoditas strategis.
Kendati demikian, Nani tidak menjelaskan secara rinci mengenai total luas lahan serta kapasitas produksi kedelai dan bawang putih yang saat ini mulai dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Karena baru mulai, jadi ini baru ada target-target yang belum terlalu luas, tapi itu dalam konteks sebenarnya mengurangi impor," imbuh Nani.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan 10 ribu bibit kedelai unggul guna meningkatkan produksi nasional komoditas itu dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan industri dalam negeri.
"Kita mulai uji-coba ini tahun, kalau berhasil kita lanjutkan. Kami minta kemarin, bukan uji-coba sih, 10 ribu (bibit), tapi dikawal," kata Mentan Amran, saat ditemui di sela Rapat Koordinasi Nasional bersama 37 ribu Penyuluh Pertanian secara daring dan luring di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).
Ia menegaskan program itu bukan sekadar uji coba, melainkan harus menghasilkan produktivitas tinggi, minimal mencapai tiga ton per hektare untuk memastikan keberhasilan skala nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.