KAI Daop 6 Tutup Pelintasan Liar Sentolo-Rewulu demi Keselamatan
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
\nWisatawan asing melintas di lereng Gunung Merapi wilayah Kaliadem, Cangkringan, Sleman, setelah terjadi erupsi, Selasa (3/3/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA— Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada Juni 2025 meningkat sekitar 20% dibandingkan dengan Mei 2025.
Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto mengatakan terjadi penurunan kunjungan Wisman di periode high season Mei-Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar 10%-20%. Menurutnya ada market yang stabil, tapi lebih banyak yang turun.
"Juli dan Agustus sebagai puncak high season terdeteksi tren cukup baik, namun tidak seramai periode yang sama di tahun lalu," ucapnya, Kamis (3/7/2025).
Dia menjelaskan terjadi kekhawatiran pada kondisi geopolitik di Timur Tengah, namun hanya menyasar market tertentu saja. Sejauh ini sebagian besar tidak berpengaruh pada pembatalan langsung, akan tetapi berdampak pada kekacauan penerbangan utamanya yang transit di Doha.
"Penurunan jumlah kunjungan wisman ke DIY tahun ini disebabkan gelombang resesi yang cukup besar di Eropa, ditambah dengan kondisi geopolitik yang memanas," jelasnya.
BACA JUGA: Sempat Viral, Buaya Muara yang Meresahkan Warga di Sungai Progo Bantul Akhirnya Ditangkap
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan ada dinamika yang menarik pada sektor pariwisata DIY pada Mei 2025. Jumlah kunjungan Wisman mencapai 9.699 kunjungan, mengalami lonjakan 35,94% dibandingkan April 2025.
Akan tetapi secara tahunan, jumlah ini turun 14,34%, dan secara kumulatif selama Januari-Mei 2025 Wisman ke DIY turun signifikan 23,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan dari sisi kewarganegaraan Wisman didominasi turis dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Secara bulanan ketiganya turun tajam Malaysia 83,19%, Singapura 79,92%, dan Tiongkok 11,61%. Namun secara tahunan justru tercatat pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 24,63%, 7,71%, dan 12,45%.
"Jika dilihat dari kawasan, wisman terbanyak berasal dari negara-negara Asean 6.560 kunjungan, disusul Eropa 1.525 kunjungan dan Asia selain Asean 1.098 kunjungan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.