Malioboro Full Pedestrian Ditarget 1 November, Ini yang Masih Disiapkan Pemda DIY
Malioboro full pedestrian ditarget mulai 1 November. Pemda DIY masih mengatur lalu lintas, akses hotel, bongkar muat, dan wisatawan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang sempat ditunda 3 bulan lalu akan segera berakhir pada 9 Juli 2025 mendatang. AS masih menjadi negara tujuan utama bagi ekspor DIY.
Sekretaris Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY, Susilo mengatakan teman-teman Asmindo DIY tidak terlalu reaktif dengan kondisi politik perdagangan di luar negeri khususnya AS. Sebab menurutnya kondisi AS juga sedang tidak baik-baik saja.
BACA JUGA: Apindo DIY Dukung Penarikan Pajak E-commerce, Beri Usulan Insentif Gratis Ongkir
Ia memperkirakan banyak kebijakan Donald Trump yang akan mengikuti kondisi pasar dunia, di tengah serangan terhadap mata uang dolar. Kondisi saat ini menurutnya cukup sulit bagi teman-teman Asmindo karena terjadi pelemahan ekspor.
Tidak hanya ke AS, tapi hampir ke seluruh negara Eropa, dan Timur Tengah utamanya."[Januari - Juni 2025] rata-rata lebih dari 40% [turunnya]," kata Susilo, Sabtu (5/7/2025).
Sementara dari sisi pasar domestik juga sedang tidak baik-baik saja. Ia menyebut gempuran barang-barang dari China membuat pasar domestik lesu. Barang-barang umum seperti meja, kursi, almari yang bisa diproduksi massal dengan mesin sulit bersaing.
Lebih lanjut dia mengatakan kekuatan teman-teman Asmindo adalah di kayu solid yang banyak sentuhan craftsman. "Kalau domestik data persen persisnya susah terdeteksi, cuma banyak keluhan sulit untuk item-item barang umum sulit bersaing dengan barang China yang membajiri," jelasnya.
BACA JUGA: Ekonom UGM Dukung Pajak E-commerce, Ciptakan Keadilan Pengusaha Daring dan Luring
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat total nilai ekspor DIY sepanjang Januari–Mei 2025 tumbuh 10,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Utamanya didorong sektor industri pengolahan, yang memberi kontribusi dominan sebesar 99,36% dari total ekspor.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan secara tahunan nilai ekspor sektor industri pengolahan pada Mei 2025 juga naik 7,93%. Memperkuat dominasi sektor ini dengan andil mencapai 99,55% terhadap total ekspor bulanan DIY.
Menurutnya komoditas utama yang mendongkrak ekspor masih berasal dari kelompok pakaian dan aksesorisnya. Kemudian dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang utama DIY dengan pangsa ekspor mencapai 41,74%, disusul oleh Jerman 12,85% dan Jepang 8,47%.
"Ketiga negara tersebut secara konsisten menyerap ekspor dari sektor pakaian jadi dan tekstil khas Yogyakarta," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro full pedestrian ditarget mulai 1 November. Pemda DIY masih mengatur lalu lintas, akses hotel, bongkar muat, dan wisatawan.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.