Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Lokasi Parkir Malioboro di Kotabaru, tempat parkir hasil relokadi dari TPA ABA - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana melakukan pembatasan bus besar di kawasan Malioboro, guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan menjaga kenyamanan wisatawan.
Menanggapi hal ini, General Manager Royal Darmo Malioboro, Joko Paromo mengatakan jika ini diberlakukan akan berdampak signifikan pada tingkat hunian hotel khususnya di area Malioboro.
BACA JUGA: DPRD DIY Siapkan Raperda Pariwisata Berbasis Budaya
Ia berpandangan bus-bus ini hanya melintas dan tidak parkir lama sehingga tidak mengganggu pariwisata dan lalu lintas. Menurutnya jangan sampai pariwisata yang baru mulai bergerak sedikit, lalu tiba-tiba ada regulasi yang menghambat wisatawan berkunjung ke Jogja.
Dia berharap agar kebijakan ini dievaluasi kembali karena industri pariwisata baru saja terpuruk akibat efisiensi. "Efisiensi kemarin ini kan juga dampaknya signifikan jangan sampai ini juga berdampak ke pariwisata khususnya ini bicara mengenai Yogyakarta," ucapnya, Selasa (8/7/2025).
Joko mengatakan jika kantong parkir yang disediakan cukup jauh wisatawan baik domestik dan mancanegara akan kesulitan. Dia juga menanyakan apakah nanti bisa diakomodir. Menurutnya biasanya sekali datang rombongan anak sekolah bisa 8-10 bus berisi 400 an orang, belum grup-grup yang lain.
Jika kebijakan ini berdampak pada penurunan hunian hotel tentu akan berdampak juga ke pendapatan daerah. Sehingga pembangunan di daerah juga akan terdampak. "Jadi ya dievaluasi ulang kalau menurut saya, tapi ya berpendapat monggo boleh-boleh saja," tuturnya.
General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, Novi Soesanto mengatakan rencana ini tentu akan berdampak, sebab wisatawan ke DIY banyak yang menggunakan bus. Baik anak sekolah dan rombongan lainnya.
Ia khawatir dampaknya tidak hanya ke hotel, namun juga ke UMKM di sekitarnya. Menurutnya bus-bus besar biasanya juga belanja bakpia di kawasan Malioboro. "Dampaknya karena busnya gak masuk volumenya akan turun, juga ke teman-teman UMKM," ucapnya.
Menurutnya pelarangan bus-bus besar tentu sudah dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah. Kemungkinan karena terjadi kemacetan dan belum ada kantong pakir yang bisa maksimal.
"Lebih ke arah Dishub ya siasati ini, apakah dibikin one way semuanya, pekerjaan rumah kita semua semoga saja bisa membaik," lanjutnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku untuk merealisasikan rencana Malioboro bebas kendaraan, maka parkir bus pariwisata akan diarahkan ke Terminal Giwangan.
Di sana, akan disediakan shuttle yang akan mengangkut wisatawan ke Malioboro. Meski begitu, Agus mengaku hingga kini jenis kendaraan shuttle yang akan digunakan masih dalam kajian lebih lanjut.
"Masih kami analisis kendaraan apa yang paling efektif untuk perpindahan antar moda wisatawan, baik dari segi kenyamanan, kapasitas, maupun efisiensi operasionalnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.