UGM Kenalkan Smart Compost Vessel untuk Olah Sampah Organik di Sleman
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat jumlah investor pasar modal DIY hingga Juni 2025 mencapai 259.305 investor. Selama Juni 2025 terjadi penambahan sebanyak 6.129 investor.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengaku optimis pasar modal di DIY akan terus bertumbuh, melihat dari capaian pada Juni 2025, di mana dalam satu bulan jumlah investor DIY tumbuh 2,42%. Menurutnya ini sebuah capaian yang cukup baik.
Ia mengatakan jika dibandingkan dengan posisi investor DIY Juni 2024 yang saat itu jumlah investor DIY masih di angka 208.217 investor, maka terjadi pertumbuhan sebesar 24,54% dalam kurun waktu satu tahun.
"Jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juni 2025 telah bertumbuh menjadi 259.305 investor," tuturnya, Jumat (8/8/2025).
Irfan menjelaskan terkait dengan investasi, sampai saat ini masyarakat DIY masih menunjukkan preferensi kuat terhadap instrumen pasar modal dibandingkan instrumen lainnya. Dorongan utamanya meliputi peluang imbal hasil lebih besar dan kemudahan akses investasi lewat teknologi.
BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Jogja-Wates, Pemotor Meninggal Menabrak Truk
Selain itu, modal untuk memulai investasinya juga cukup terjangkau, bisa dari puluhan ribu saja. Faktor pendorong lainnya yakni gencarnya edukasi keuangan dari BEI DIY bersinergi dengan otoritas terkait.
"Kami lihat hal ini membuat masyarakat masih memilih instrumen investasi pasar modal," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan generasi milenial dan gen Z juga sangat mendukung pertumbuhan investasi pasar modal. Mereka semakin melek investasi, berani mengambil risiko terukur, dan nyaman bertransaksi secara digital.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan investasi pasar modal kian populer di DIY, sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan dan kemandirian finansial lintas generasi di DIY.
"Dapat kami simpulkan bahwa gabungan faktor ekonomi, kemudahan akses, serta dorongan literasi dan tren generasi muda menjadikan pasar modal menjadi pilihan investasi yang relevan dan menjanjikan di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
BPJS Kesehatan tunggu pencairan Rp20 triliun untuk jaga JKN, tanpa intervensi diprediksi bertahan hingga 2027.
Sleman memperkuat sektor pariwisata MICE dengan menggandeng 95 buyer nasional dalam business matching di Jakarta.
Satu hakim menyatakan Nadiem tak terbukti korupsi Chromebook, namun tetap divonis 10 tahun penjara oleh mayoritas.
Mimisan berulang bisa jadi tanda penyakit serius seperti hipertensi hingga gangguan darah, ini penjelasan dokter.
Prancis hadapi Swedia di 32 besar Piala Dunia 2026, ini prediksi skor dan susunan pemain.