Inflasi DIY April 2026 Melandai, Ini Penyebabnya
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat jumlah investor pasar modal DIY hingga Juni 2025 mencapai 259.305 investor. Selama Juni 2025 terjadi penambahan sebanyak 6.129 investor.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengaku optimis pasar modal di DIY akan terus bertumbuh, melihat dari capaian pada Juni 2025, di mana dalam satu bulan jumlah investor DIY tumbuh 2,42%. Menurutnya ini sebuah capaian yang cukup baik.
Ia mengatakan jika dibandingkan dengan posisi investor DIY Juni 2024 yang saat itu jumlah investor DIY masih di angka 208.217 investor, maka terjadi pertumbuhan sebesar 24,54% dalam kurun waktu satu tahun.
"Jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juni 2025 telah bertumbuh menjadi 259.305 investor," tuturnya, Jumat (8/8/2025).
Irfan menjelaskan terkait dengan investasi, sampai saat ini masyarakat DIY masih menunjukkan preferensi kuat terhadap instrumen pasar modal dibandingkan instrumen lainnya. Dorongan utamanya meliputi peluang imbal hasil lebih besar dan kemudahan akses investasi lewat teknologi.
BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Jogja-Wates, Pemotor Meninggal Menabrak Truk
Selain itu, modal untuk memulai investasinya juga cukup terjangkau, bisa dari puluhan ribu saja. Faktor pendorong lainnya yakni gencarnya edukasi keuangan dari BEI DIY bersinergi dengan otoritas terkait.
"Kami lihat hal ini membuat masyarakat masih memilih instrumen investasi pasar modal," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan generasi milenial dan gen Z juga sangat mendukung pertumbuhan investasi pasar modal. Mereka semakin melek investasi, berani mengambil risiko terukur, dan nyaman bertransaksi secara digital.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan investasi pasar modal kian populer di DIY, sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan dan kemandirian finansial lintas generasi di DIY.
"Dapat kami simpulkan bahwa gabungan faktor ekonomi, kemudahan akses, serta dorongan literasi dan tren generasi muda menjadikan pasar modal menjadi pilihan investasi yang relevan dan menjanjikan di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.