Menaker Respons Kabar 2 Pabrik Otomotif Lari ke Vietnam
Menaker Yassierli respons relokasi pabrik otomotif ke Vietnam. Kemnaker pantau potensi PHK dan dorong penyelesaian bipartit.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA — Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan dapat mencairkan pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) secara bertahap mulai pekan depan.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa hal ini berlaku seiring ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 63/2025 terkait alokasi dana untuk pembiayaan tahap awal operasional Kopdes Merah Putih yang sebesar Rp16 triliun.
"Sehingga, dengan PMK ini, Himbara sudah bisa mencairkan plafon yang diberikan kepada Kopdes Merah Putih," kata Ferry dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (5/9/2025).
Dia menjelaskan bahwa pembiayaan dari bank-bank Himbara yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI ini telah masuk dalam tahap operasional, berdasarkan buku manual tata cara pencairan pinjaman untuk Kopdes.
Sementara itu, Ferry menyatakan telah ada kerja sama yang disepakati dengan ID Food, Perum Bulog, hingga pihak swasta perihal distribusi barang untuk koperasi, apotek, dan klinik desa.
"Namun, untuk produk di apotek desa tidak bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi. Maka kita lakukan kerja sama dengan swasta agar bisa konsinyasi," ujarnya.
BACA JUGA: DPR RI Akhirnya Resmi Batalkan Tunjangan Rumah
Selain itu, dia menyatakan bahwa petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari lintas kementerian/lembaga akan dituntaskan pekan ini. Harapannya, Kopdes dapat beroperasi mulai pekan depan.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa dana APBN yang akan ditempatkan ke Himbara untuk Kopdes Merah Putih pada 2025 dan 2026 mencapai Rp83 triliun.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu Deni Surjantoro menyatakan bahwa sebanyak Rp16 triliun akan dialokasikan melalui saldo anggaran lebih (SAL) APBN 2025, sedangkan sisanya dianggarkan pada 2026.
"Penempatan dana sebesar Rp83 triliun itu adalah akumulasi dari tahun 2025 dan 2026, yang diperkirakan tahun 2025: Rp16 triliun dan 2026: Rp67 triliun," kata Deni melalui keterangan tertulis kepada Bisnis, Rabu (3/9/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menaker Yassierli respons relokasi pabrik otomotif ke Vietnam. Kemnaker pantau potensi PHK dan dorong penyelesaian bipartit.
Nvidia memperkenalkan AI synthetic video detector yang mampu mendeteksi video deepfake hanya dalam 22 milidetik dengan akurasi hingga 92 persen.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k